PEKANBARU (HALUANPOS.COM)–Mahasiswa UMRI Jurusan Ilmu Komunikasi semester 2 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bela Negara untuk Generasi Muda” di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah pada Sabtu sore. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.40 WIB ini diikuti oleh anak-anak panti dengan penuh antusias dan semangat. Kegiatan ini berada dibawah bimbingan Ripi Hamdani, S.Pd., M.Pd.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman bahwa bela negara tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga persatuan, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia peserta. Selain pemaparan materi, mahasiswa juga mengajak anak-anak untuk berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mengikuti berbagai sesi permainan edukatif yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak panti menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai bagaimana menerapkan sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua pelaksana Habib Hadiyatullah kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya membangun karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada adik-adik bahwa bela negara dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti belajar dengan sungguh sungguh, menjaga sikap, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Acara dipandu oleh Ayu Astuti yang bertindak sebagai moderator sekaligus pemateri. Untuk membangun semangat dan kedekatan dengan peserta, Ayu membuka sesi sosialisasi dengan jargon yang disambut meriah oleh anak-anak panti.
“Siapa kita?” tanya Ayu kepada peserta.
“Anak Indonesia Hebat!” jawab peserta secara serempak dengan penuh semangat.
Melalui interaksi tersebut, suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Dalam pemaparannya, Ayu menjelaskan bahwa bela negara tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan di medan perang, tetapi juga dapat dilakukan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, menjaga persatuan, serta memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab.
“Bela negara bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara. Sebagai generasi muda, kita dapat menunjukkan sikap bela negara melalui pendidikan, kedisiplinan, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ayu Astuti.
Materi juga disampaikan oleh Mau Dian Fernanda yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
“Generasi muda harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Salah satunya dengan menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara,” jelas Mau Dian Fernanda.
Pada sesi diskusi, Daffa Al Fathin Annif turut memberikan pertanyaan kepada pemateri terkait bagaimana cara menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan tersebut memicu diskusi yang menarik dan membuat peserta semakin memahami pentingnya peran mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Anak-anak panti juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri. Interaksi yang terjalin membuat suasana sosialisasi menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Salah satu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya mencintai tanah air dan menjaga persatuan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi lebih memahami bahwa bela negara bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari,” ungkap salah seorang peserta.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak panti mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan serta menumbuhkan semangat untuk menjadi generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.
Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Lestari Senjaya dan Zaki Amanda yang bertugas mengabadikan seluruh rangkaian acara sebagai bentuk publikasi dan dokumentasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMRI berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.
Keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota tim yang telah berkontribusi dalam persiapan hingga pelaksanaan acara. Syifa Sayyidina, Latifah Hanum Harahap, Muhammad Rendi Ardiansyah, dan Yandra Yuda turut berperan aktif dalam memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Melalui kegiatan ini juga diharapkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat cinta tanah air dapat terus tumbuh dalam diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenang-kenangan antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Para mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dalam proses pendidikan serta pembentukan karakter.
Penulis: team
