PEKANBARU(Haluanpos.com)-
Pemerintah Kota Pekanbaru, di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho, mengundang pihak PHRI Riau, IHGMA Riau, serta para pelaku kuliner oleh-oleh lokal, Insyira, Nadhira Napoleon dan Angkasa Pura (InJourney Airports) dalam rangka
Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding)
untuk menyiapkan makanan khas oleh-oleh kota Pekanbaru dalam menyambut HUT kota Pekanbaru ke-242 tahun yakni kue ketan talam durian.
Kami menyambut baik dari pihak PHRI Riau dalam rangka penandatanganan MoU tadi, artinya kita dari pihak hotel di kota Pekanbaru akan menyiapkan welcome food yakni dalam bentuk kue ketan talam durian yang dipotong kecil-kecil yang siap dibagikan setiap tamu yang datang di hotel,” ungkap Nofrizal. Kamis(11/6)
Dengan adanya ciri khas makanan oleh-oleh kota Pekanbaru, paling tidak kita menciptakan icon baru. Dengan 200 hotel di kota Pekanbaru kita minta setiap hotel untuk menyiapkan welcome food kue ketan talam durian terutama pada waktu sarapan pagi. Bagi pihak hotel yang belum menyediakan fasty tersebut dapat membeli, lagi pun harga kue ketan talam durian tidaklah begitu mahal, hanya berkisar 30 dan 35 Ribu. Atau pihak hotel bisa bekerjasama dengan pelaku UMKM disekitar hotel. Setidak-tidaknya hal bisa menjadi pendapatan bagi pelaku UMKM,” ungkap Nofrizal
Sementara itu, untuk sosialisasi kue ketan talam durian ini, pihak hotel harus menyiapkan brosur-brosur atau menyiapkan pojok Ekraf yang secara langsung bisa dipesan atau di on call serta diantar langsung ke tamu hotel. Sementara di dalam hotel harus ada standing banner yang berfungsi sebagai media promosi portabel untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan kepada tamu yang disampaikan oleh Wali Kota Pekanbaru.
Dengan adanya MoU tadi, kita menilai ada langkah atau terobosan yang baik, artinya pemerintah kota Pekanbaru sudah masuk dalam bisnis pariwisata kota Pekanbaru serta meningkatkan ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujar Nofrizal
Sebagai bentuk evaluasi, Kita nantinya meminta kepada pelaku UMKM di sekitar hotel-hotel ada semacam report bahwasanya mereka sudah melakukan kerjasama. Namun dengan berjalanannya waktu kita juga melakukan report setiap hotel, apakah ada atau tidak pihak hotel menyajikan kue khas oleh-oleh kota Pekanbaru tersebut. Bagi pihak hotel yang tidak melakukannya, hal ini akan menjadi catatan bagi kita dan akan kita laporkan kepada pemerintah kota Pekanbaru inilah penguasa yang tidak taat kepada himbauan pemerintah,” tutup Nofrizal.(YS)
