Disbud Riau Gelar Kompitisi Olah Raga Tradisional

0
52

Pekanbaru(Haluanpos-com)- Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen secara resmi membuka acara Kompetisi Olah Raga Tradisional dihalaman Bandar Sri Melayu Dinas Kebudayaan Provinsi Riau serta ditandai pemukulan gong oleh Ketua MKA LAMR Datuk Seri Al Azhar.

Usai membuka acara, Raja Yoserizal Zen mengatakan, Adapun kegiatan Kompitisi Olah raga Tradisional merupakan
pendukung pada kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI(Kemendikbud RI) setiap tahunnya.

Para peserta kompetisi Olah Raga Tradisional ikuti lomba permainan Egrang
Para peserta kompetisi Olah Raga Tradisional ikuti lomba permainan Egrang

“Alhamdulillah semua peserta dari 12 kabupaten dan kota ikut serta dalam Kompitisi Olah Raga Tradisional serta didampingi guru pendampingnya. Adapun komposisi Olah Raga Tradisional hari ini, Senin(13/9/21) ada Tiga cabang yang akan dilombakan, yakni permainan egrang, egrang batok dan lari batok yang akan dinilai oleh dewan juri,” ungkap Raja Yoserizal Zen

MENARIK DIBACA:  Bayar Zakat Di Baznas Provinsi Riau, ini semangat dan Motivasi yang disampaikan Plt Kadishub Riau

Bagi pemenangnya nantinya, tentunya akan mewakili Provinsi Riau dalam mengikuti Pekan Kebudayaan Nasional ditahun 2021 secara virtual. Dan kita bersyukur ditahun sebelumnya
Dari percabang permainan tradisional yang diikuti, Riau berhasil meraih juara di semua cabangnya. Di tahun 2019 Riau meraih juara II Nasional dan tahun 2020 Riau meraih
tingkat I Nasional. Mudah-mudahan kita bisa kembali meriah juara I tingkat Nasional kembali,” ungkap Yoserizal Zen.

Sementara itu, Ketua MKA LAMR Datuk Seri Al Azhar menambahkan, Olah raga Tradisional ini sangat penting dalam pelestarian kebudayaan sebab olah raga tradisional ini bagian untuk menyatu dengan kehidupan orang Melayu atau merupakan living tradision,” ungkap Al Azhar

MENARIK DIBACA:  Polsek Kembali Tangkap Pencuri Motor

“Permainan rakyat ini juga tantangan bagi generasi muda agar tidak terpengaruh dalam menghadapi kemajuan teknologi seperti maraknya permainan game online,” ujar Al Azhar

“Kita bersyukur karena Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi menarik olah raga tradisional atau permainan rakyat ini sebagai Objek kemajuan kebudayaan, sehingga daerah-daerah bisa melakukan pelestarian budayanya,” ungkap Al Azhar

Dalam acara Kompetisi Permainan Tradisional juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan Provinsi Riau, Kadisos Riau, Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau serta perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Riau serta undangan lainnya.(YS)