Nurlela Bersama Anak kelimanya Almarhum Nudin Salah Satu Awak Km.Bintang Jasa yang di tangkap di negara Myanmar.Foto Ilham Zulfikar( 13/11/2018)
Nurlela Bersama Anak kelimanya Almarhum Nudin Salah Satu Awak Km.Bintang Jasa yang di tangkap di negara Myanmar.Foto Ilham Zulfikar( 13/11/2018)

ACEHTIMUR(HPC)- Usai menunggu selama 7 hari Akhirnya salah satu Keluarga 16 ABK KM-Bintang Jasa yang ditangkap dan ditahan diKawthaung Provinsi Thanintharyi, Myanmar, mendengar diantara16 ABK tersebut satu diantaranya meninggal dunia yaitu Nurdin.

Nurdin adalah salah satu Awak KM-Bintang Jasa yang memiliki Jabatan sebagai masinis, Ia dikabarkan meninggal Dunia pada selasa 6 November 2018 minggu lalu, namun keluargan Almarhum Nurdin baru dikabarkan pada selasa. 13 November 2018 siang tadi.

Berdasarkan Keterangan Nurlela Istri Almarhum Nurdin, Menyampaikan kepada Haluanpos.com Bahwa suaminya itu meninggal setelah Melompat dari kapal kelaut lepas disaat petugas perairan Myanmar sedang melakukan pemeriksaan dan penangkap terhadap kapal yang ditumpangi suaminya itu.

“ Saya baru saja tahu tentang informasi almarhum suami saya, karena siang tadi ada petugas dari kedutaan indonesia atas myanmar,mengabarkan kepada saya bahwa suami saya Nurdin telah meninggal dunia, dan kini telah dimakamkan di negara Myanmar.” Jelas Nurlela pada, 13/11/18, sambil syock dan menahan kesedihannya.

Anak Kelima Dari Nurdin dan Nurlela Korban Meninggal saat  penangkapan Kapal Moto Bintang jasa DI perairan Myanmar
Anak Kelima Dari Nurdin dan Nurlela Korban Meninggal saat penangkapan Kapal Moto Bintang jasa DI perairan Myanmar.(13/11/18) Foto:Ilham

Ia juga menyampaikan, Bahwa informasi yang di berikan oleh Kedutaan Indonesia untuk negara myanmar itu tidak membuat dirinya luluh,ia sambil mendengar telpon iya berharap agar nurdin yang meninggal tersebut bukanlah suaminya, Walaupun dalam kondisi lemah dirinya sangat menyesalkan kenapa pemerintah indonesia,yang diduga sangat lambat untuk menyampaikan informasi kepada keluarga dan mengambil langkah tanpa ada konsultasi dengan keluarga tentang pemakaman atas jazad Nurdin.

“saya sangat kecewa kepada Pemerintah Aceh dan Indonesia, yang mana untuk memperjuangkan nasip rakyatnya sendiri tidak mampu, malah menggambil tindakan tanpa meghiraukan perasaan keluarga.  Sedangkan informasi yang saya terima bahwa suami saya (Red-Nurdin) sudah 7 hari meninggal dunia dinegara orang Myanmar. namun kenapa baru sekarang dikabari” Pungkasnya istri almarhum nurdin.

Ia berharp kepada Pemerintah aceh dan indonesia,agar dapat segera memulangkan jasad suaminya tersebut kekampung halaman, walaupun kondisi jasad sudah ditidak layak lagi, setidaknya mereka bisa melihat jasad Nurdin dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya sendiri.

“Walaupun saya sedang hamil tua begini dan akan merawat 5 anak saya, namun saya tetap ikhlas atas meninggalnya suami saya, namun setidaknya saya dapat melihat jasad suami saya dimakamkan dengan baik ditanah kelahirannya.” Harapan nurlela sambil menaggir terseduh –seduh dihapan puluhan media lain.

LAPORAN : 14M