Mahasiswa dan Alumni Ushuluddin UIN Suska Riau Minta Rektor Angkat Dekan FU yang Moderat, Enerjik, Berpengalaman dan Peduli Mahasiswa

0
255

PEKANBARU (HALUANPOS.COM)-Dalam waktu dekat, tepatnya setelah Rektor baru terpilih pada Mei lalu. Dekan se-lingkungan Kampus UIN Suska Riau juga bakal direposisi pada Juni ini. Menanggapi hal tersebut, para mahasiswa pun memberikan pandangannya mengenai kriteria yang dianggap tepat untuk memimpin Fakultas Ushuluddin untuk empat tahun ke depan. Terlihat hadir dalam virtual meeting yang dilaksankan pada Ahad/ 6 Juni 2021 adalah Ketua dan Sekjend DEMA, Ketua HMPS IAT, Ketua HMPS AFI, Ketua HMPS SAA dan Wakil Ketua HMPS ILHA berserta beberapa pengurus DEMA dan HMPS se-lingkungan Fakultas Ushuluddin yang berkesempatan hadir.

Seperti halnya yang diungkapkan Wahid sebagai Ketua DEMA FU dalam rapat terbatas virtual tersebut. Sebagaimana hasil diskusi pimpinan organisasi internal mahasiswa tersebut, bahwa Fakultas Ushuluddin saat ini betul-betul sangat membutuhkan sosok pimpinan yang mampu mengayomi dan membina mahasiswa dengan bijak tanpa membeda-bedakan.

“Kita sama-sama tahu bagaimana rekam jejak Fakultas Ushuluddin setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Kita ini memang diajarkan untuk siap memperjuangkan hak-hak kita sebagai mahasiswa jikalau dizalimi. Maka, kita butuh pimpinan yang siap menjadi ayah yang adil dan bijaksana bagi semua anak-anaknya.” Sebut Gubernur Fak. Ushuluddin itu.

Di tempat yang berbeda, Budi Ramadhan, S.Ag. selaku Demisioner Ketua BEM FU periode 2015/16 juga membenarkan hal itu. Disebutkannya bahwa Rektor yang baru harus peka dengan kondisi historis perjalanan hidup Fak. Ushuluddin. Sehingga, dekan yang terpilih nanti bukan orang-orang yang berpotensi menyulut api perpecahan dan instabilitas di kampus Ushuluddin.

MENARIK DIBACA:  Ikatan Pemuda RW13 Bantu Korban Terdampak Covid-19Pekanbaru

“Ushuluddin itu tempat yang mulia, karena dari sana banyak lahir ulama, ustadz, aktivis, cendikiawan, politisi, hafidz dan hafidzah. Maka, kalau potensi-potensi ini dikelola serampangan akan melahirkan permusushan dan perpecahan yang akan merugikan kampus, dosen dan mahasiwa itu sendiri. Tentu ini juga akan merugikan UIN sebagai rumah besar simbol keberagaman kita.” Sebut Budi yang juga pernah menjadi Koordinator Sumbagteng FORMADINA (Forum Mahasiswa Ushuluddin Se-Indonesia) pada periode 2016-2019 silam.

Mahasiswa memberikan poin-poin garis besar kelayakan Dekan FU yang baru. Pertama, Dekan terbaru nantinya diharapkan sosok yang enerjik dan berpengalaman, supaya mampu meningkatkan kualitas Fakultas Ushuluddin dan juga agar dengan mudah mampu mengayomi dan ikut berpartisipasi dalam ritus-ritus kegiatan mahasiswa. Kedua, dibutuhkan sosok yang moderat dan inklusif agar mampu mengelola keberagaman di kampus Ushuluddin dengan adil dan bijaksana di Fakultas Ushuluddin. Dan terakhir, sosok dekan yang baru haruslah peka dan peduli dengan berbagai dinamika persoalan yang dihadapi mahasiswa dan mampu membantu memberikan pilihan-pilihan solusi.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua HMPS Studi Agama-Agama Arif Marianto “Sosok yang diharapkan oleh kita adalah pimpinan yang berpaham Moderat dan tentunya bukan seorang berpandangan esklusif, juga haruslah yang enerjik dan berpengalaman dalam memimpin dan peduli kepada kami sebagai mahasiswa” Sebut Ketua HMPS SAA tersebut.

MENARIK DIBACA:  Dinilai Kadaluarsa, Satpol PP Kota Pekanbaru Ajukan Revisi Dua Perda

Hal yang hampir sama diungkap Fatiah, Ketua HMPS Akidah dan Filsafat Islam “Kita membutuhkan sosok pemimpin yang berpikiran terbuka tanpa membeda-bedakan, siap membersamai mahasiswa-mahasiswanya, profesional dan berpengalaaman memimpin dan terakhir peka dan peduli akan problematika yang dihadapi mahasiswa.” Sebut Ketua HMPS AFI.

Ketika ditanya tentang siapa sosok yang diharapkan tersebut, para mahasiwa yang diwakili oleh Ketua HMPS IAT Harri Fernando , menyebut bahwa kriteria tersebut ada pada salah satu dosen mereka, yakni Dr. Afrizal Nur.

Pakar Tafsir yang sempat menjabat sebagai Ka. Prodi Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir itu sosok yang dianggap memenuhi kriteria tersebut dan dianggap layak. Sebagaimana pengakuan dari mahasiswa yang pernah berinteraksi dengan beliau baik secara langsung maupun virtual memberikan kesaksiannya dan dukungan yang sama.

“Saat ini, kriteria yang diharapkan itu terlihat ada pada sosok beliau. Dr. Afrizal juga dulu semasa menjabat Ka. Prodi sangat berkesan di hati kami. Kalau ada perbedaan, beliau berusaha hadir dengan win-win solusi bagi kami. Kami bukan hanya sekedar mahasiswa baginya, tapi sudah dianggap anak dan adik sendiri” Tutur Ketua HMJ IAT priode 2020-2021 tersebut.

Selain itu, Dr. Afrizal Nur juga dianggap orang yang pandai bergaul dan juga berpengalaman menjabat di kampus. Menurut Wakil Ketua HMJ Ilmu Hadis, Efendi bahwa pengalaman beliau membawa Prodi IAT mendapat grade A dari BAN-PT bisa menjadi sosok yang diharapkan untuk mendongkrak prodi yang belum mendapat akreditasi A.

MENARIK DIBACA:  Asap Pekat Baznas Provinsi Riau Bagikan Masker ke Masyarakat

“Kita tahu juga, beliau selain sosok yang pandai bergaul baik dengan dosen atau kami. Beliau juga berprestasi membawa Prodi IAT mendapatkan akreditasi A. Jadi, dengan pengalaman beliau itu pasti akan bisa memimpin Fakultas Ushuluddin agar lebih baik lagi kualitasnya.” Sebut Wakil Ketua HMPS ILHA tersebut.

Alumni FU pun tak menampik akan pandangan mahasiswa FU tersebut tentang sosok Dr. Afrizal Nur yang dianggap layak oleh adik-adiknya.

Sebagaimana yang diungkap salah seorang Alumni Fakultas Ushuluddin yakni Fadlullah Nury S.Ag bahwa sosok Dr. Afrizal Nur yang dia dan para alumni kenal adalah sosok yang paling tepat saat ini menjadi Dekan Fakultas Ushuluddin. Selain keempat kriteria tersebut, sebagai sesama Alumni FU, menurutnya beliau juga mampu memposisikan diri sebagai sosok abang dan senior yang banyak membantu dan membuka jalan bagi para alumni.

“Beliau (Afrizal Nur) saat ini sosok yang paling tepat diposisi itu. Beliau ini adalah sosok yang peduli dengan kawan -kawan alumni. Tidak pandang bulu juga ketika membantu. Dan banyak itu anak-anak alumni yang beliau bukakan jalan dan jembatani pasca lulus kuliah. Selain itu, beliau juga sosok moderat dan anti primordialis. Sehingga, sangat tepat saat ini kalau Pak Rektor tunjuk beliau.” Tutup Demisioner Ketua HMPS IAT itu.( Rilis)