Sulitnya Mendapatkan Masker Membuat RSUD Arifin Achmad Harus Pakai Masker Berulang-Ulang

0
54

PEKANBARU (HPC)-Pemerintah Indonesia terus mengumumkan jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat. Saat ini, pertanggal 25/3 Jumlah pasien positif Covid-19 sudah berada di angkat 686 orang. Hal inilah yang membuat tenaga medis di seluruh Indonesia terus bergerak di barisan paling depan untuk memerangi Covid-19.

Namun di tengah-tengah wabah Covid-19 yang terus melanda, sayangnya Alat Pelindung Diri (APD) seperti Masker semakin sulit ditemukan. Padahal, masker sangatlah penting terutama bagi para tim medis yang rentan terpapar virus corona.

RSUD ARIFIN ACHMAD yang terletak di Jl. Diponegoro No. 2, Sumahilang, Kec Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau, misalnya, RSUD tersebut merupakan salahsatu Rumah Sakit yang menangani pasien positif Covid-19. Namun sayang, stok masker di RSUD tersebut sudah tidak tersedia lagi.

MENARIK DIBACA:  PPP Kubu Djan Faridz ikut Deklarasi Firdaus- Ayat

Menurut keterangan Relawan Rumah Yatim cabang Riau, Rista menuturkan, karena stok masker yang sesuai dengan prosedur Rumah Sakit tidak lagi tersedia, tim medis di sana dengan terpaksa harus menggunakan masker secara berulang-ulang. Padahal, masker hanya boleh di pakai satu kali.

“Menurut salahseorang dokter, ntuk masker ini sulit di dapat, yang harus nya satu kali pakai, mereka (tim medis) sampe pakai berulang-ulang, padahal tidak boleh, mereka simpan masker di saku baju,” tutur Rista.

Mendengar kondisi itulah, Rumah Yatim cabang Riau menyalurkan bantuan berupa 3000pcs masker pada Selasa (24/3) kemarin. Bantuan tersebut mendapat respon yang begitu positif, bahkan tim medis di sana begitu berkaca-kaca dan begitu terharu atas bantuan masker yang di terima.

MENARIK DIBACA:  Baznas Provinsi Riau, PW DMI Riau dan Pinbuk Riau Taja Bimtek Bimbingan Mustahik Zakat

“Merasa bersyukur atas bantuan masker bagi tenaga medis yang menangani langsung pasien covid-19. Karena mereka lebih mudah terpapar, sedangkan alat pelindung diri tidak ada. Mereka berkaca-kaca sangat bersyukur dan mendoakan dan mengucapkan terima kasih berulang-ulang. Mengimbau juga untuk jaga kebersihan,” tuturnya. (Rls)