PEKANBARU(Haluanpos.com)- Rencana pemasangan 1.000 titik WiFi gratis oleh Pemerintah Kota Pekanbaru pada tahun 2026 ini mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zulkardi. Ia menilai semangat pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat bagus.

Namun Politisi PDI- Perjuangan ini menilai bahwa sebelum rencana tersebut direalisasikan, ada hal yang tak kalah penting dilakukan terlebih dahulu oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, yakni menata ratusan jaringan provider yang kondisinya saat semrawut dan membahayakan masyarakat.

“Semangat pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat bagus, tapi yang perlu kita pikirkan juga terkait tiang dan kabel provider yang tidak mengantongi izin dan tumbuh subur dan semrawut, ini yang seharusnya ditata dan dirapikan terlebih dahulu. Setelah itu silahkan, jangankan 1.000 bahkan 100.000 kita dukung,”Ujar Zulkardi. Selasa(27/1/26)

MENARIK DIBACA:  Reses H Ervan Di Kelurahan Rejosari, Warga Keluhkan Masalah Banjir, Fogging dan Kesehatan

Disamping mendorong Pemko melakukan penataan kabel-kabel yang semrawut. Ia juga meminta pemerintah memberikan kepastian bahwa ruang digital atau internet gratis yang disediakan pemerintah nantinya layak untuk diakses.

Untuk itu, ia meminta Pemko Pekanbaru memberi filter agar jaringan FiWi yang disediakan tidak disalahgunakan.

“Kita juga mengingatkan pemerintah Kota Pekanbaru untuk memberi filter agar FiWi gratis ini nantinya tidak disalah gunakan terutama mengantisipasi maraknya judol. Kita ketahui saat ini pecandu judol ini sangat berdampak buruk buat lingkungan dan pribadi seperti maraknya kemalingan, aksi tindak kriminalitas. Karena pecandu judol nekat melakukan apa saja untuk mendapatkan uang,”Tegas Zulkarndi

Tidak hanya untuk mengantisipasi judol, Filter jaringan WiFi ini sangat penting terutama untuk kalangan anak-anak agar terhindar dari konten-konten atau situs yang mengarah kepada tindak asusila.

MENARIK DIBACA:  Kelurahan Sialangmunggu Kec Tampan siaga covid 19 corona lakukan sosialisasi penyemprotan

“Harus di filter apa saja yang bisa diakses apa saja yang tidak. Apakah itu sifatnya akses yang sifatnya mengedukasi masyarakat dan hanya sebatas mencari informasi seputar pendidikan dan lainnya. Kalau semua bisa diakses bahaya juga, apalgi anak-anak takutnya mengakses akun-akun mengarah ke asusila,”Pungkas Zulkardi.(YS)

By admin