Aliansi Peduli Meranti (APM) Menggelar Aksi Damai

0
107

 

MERANTI (HPC)- Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Peduli Meranti (APM) menggelar aksi damai, yang berlangsung pada Rabu (22/11/2017) dihalaman kantor Bupati Meranti beralamat Jalan Dorak Selatpanjang.

Dalam aksi tersebut, APM menyuarakan tuntutan terhadap janji Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, berharap janji-janji saat kampanye lalu segera dapat direalisasikan.

Adapun isi dari tuntutan itu yakni:

-Menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Meranti yang katanya merangkai pulau dan membangun pembangunan daerah untuk masyarakat Meranti.

-Mengutamakan pendidikan di meranti dan menganggarkan beasiswa di tahun 2018.

-Kami meminta keadilan bagi mahasiswa yaitu pembangunan mes/asrama untuk mahasiswa di Meranti.

-Bidang kesehatan kami meminta pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan daerah yang aman dengan adanya Unit Donor Darah (UDD)

-Kami minta segera mendirikan Universitas Kepulauan Meranti.

-Fasilitas pelayanan publik berupa kecamatan yang belum mempunyai kantor.

Setelah mendengarkan tuntutan tersebut, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim sepakat dengan perunjukrasa karena apa yang menjadi tuntutan itu sesuai dengan keinginan Pemda Meranti.

MENARIK DIBACA:  Arsyad Islamic School Taja Program Sunat Masal GRATIS Jilid 3

Kemudian dikatakan Wakil Bupati, apa yang disuarakan perunjukrasa secara perlahan namun pasti sudah mulai diwujudkan oleh Pemerintah, seperti tuntutan realisasi program merangkai pulau sejauh ini meski dengan keterbatasan anggaran Pemda telah berupaya membangun jalan dan jembatan sebagai akses penghubung Desa-Kecamatan-Kabupaten.

“Kita menyadari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sangat penting karena merupakan urat nadi suatu daerah. Meski kondisi keuangan daerah kita tak jauh beda dengan Kabupaten lainya namun kondisi alam kita membuat biaya pembangunan menjadi besar,” Ujar Wakil Bupati.

Disamping itu juga Wakil Bupati berjanji akan mengajak mahasiswa dan pemuda untuk duduk bersama di Bapeda untuk melihat sejauh mana pembangunan dan rencana pembangunan yang sedang diperjuangkan Meranti baik ditingkat Provinsi maupun Nasional.

“Mari nanti kita sama-sama ke Bappeda untuk melihat apa saja yang telah Pemda lakukan, terakhir kita telah berkoordinasi dengan Kementrian PU untuk membangun jalan penghubung dan Tol yang terhubung ke Sumatera,” Jelas Wakil Bupati.

Terkait tuntutan lainnya begitu juga, yakni bantuan beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. “Nanti kita bersama SKPD terkait akan mendata mana mahasiswa yang benar-benar tidak mampu untuk diberikan bantuan, tapi syaratnya benar-benar tidak mampu, jika memang ada silahkan laporkan kesaya,” tegas Wakil Bupati sambil didukung dengan teriakan ‘setuju’ oleh perunjukrasa.

MENARIK DIBACA:  Polres Aceh Tamiang Gelar Pelepasan Pasukan Ops Zebra Recong 2017

Selanjutnya menjawab tuntutan membangun Mes Mahasiswa dan Kantor Camat, dikatakan Wakil Bupati, Pemda Meranti sangat menginginkan setiap Kecamatan memiliki kantor yang representatif namun lagi-lagi kendala yang dihadapi adalah anggaran.

“Kita sangat menginginkan kantor kantor yang berhubungan dengan pelayanan publik dibangun , namun anggaran kita sangat terbatas, bahkan kantor Bupati dan Polres masih menumpang dikantor Eks Kecamatan dan Eks Polsek. Namun pelan pelan kita akan coba membangunya,” Ungkapnya.

Begitu juga pembangunan Mes Mahasiswa, namun sebelum Mes dibangun Wakil Bupati berharap mahasiswa yang menimba ilmu di Selatpanjang untuk sementara dapat memanfaatkan rumah sanak dan saudara.

Sementara itu terkait pembangunan Universitas Meranti, Wakil Bupati H. Said Hasyim sangat mendukung ide tersebut, iapun memerintahkan kepada SKPD terkait untuk memprogramkan hal ini karena jika memang diprogramkan tentu tidak sulit.

MENARIK DIBACA:  Jelang MTQ XXXIII Aceh, Pemkab Aceh Timur Latih 20 Calon MC

“Kita minta SKPD terkait dapat memprogramkan, masak H. Syahril saja bisa Pemda tidak bisa,” ucap Wakil Bupati yang lagi-lagi mendapat teriakan ‘setuju’ dari mahasiswa dan pemuda.

Dan yang terakhir dikatakan Wakil Bupati, Pemda Meranti akan mencoba untuk membangun fasilitas unit donor darah untuk mencukupi ketersediaan darah pasien sehingga tidak perlu dirujuk ke Pekanbaru dan daerah lainnya.

Usai mendengarkan jawaban Wakil Bupati, para perunjukrasa yang diwakli oleh Satma PP Bobi dan Zuriyadi mengaku puas namun mereka berharap apa yang disampaikan jangan hanya sekedar janji. Untuk itu merekapun mengajak Wakil Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah Yulian Norwis bergerak menuju ruang rapat DPRD Meranti.

Sesampainya Diruang Rapat DPRD Meranti diterima langsung oleh Ketua DPRD H. Fauzi Hasan, Wakil Ketua DPRD Muzamil, anggota Zubiarsyah, Edi Masyudi dan beserta anggota DPRD lainya untuk menandatangani MoU. Usai penantadatangan MoU dan berdialog langsung dengan Legislator terkait tuntutannya, tepat pukul 12.15 Wib para perunjukrasapun membubarkan diri dengan damai.

Laporan: Drm