Dr. Hazmi Arief, S.Pi., M.Si. memberikan materi kepada peserta pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Poklahsar Telotai Jaya, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir

ROKAN HILIR (HALUANPOS.COM)– Masyarakat pesisir Kelurahan Bagan Barat kini memiliki inovasi produk olahan berupa kerupuk basah berbahan baku ikan acang-acang bombay (ikan lomek) bermerek KEROMI setelah mendapatkan pendampingan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau (UNRI). Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juli 2026 di Poklahsar Telotai Jaya tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Pengolahan Kerupuk Basah Ikan Acang-Acang Bombay (Harpadon nehereus) dalam Upaya Nilai Tambah Produk dan Peningkatan Gizi Masyarakat Lokal Pesisir,” kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan acang-acang bombay (ikan lomek) menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi sekaligus bergizi.


Dr. Hazmi Arief, S.Pi., M.Si. memberikan materi kepada peserta pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Poklahsar Telotai Jaya, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir

Kegiatan dipimpin oleh Dr. Hazmi Arief, S.Pi., M.Si bersama anggota tim Dr. Sumarto, S.Pi., M.Si dan Sispa Pebrian, S.P., M.Si. Pelatihan diikuti anggota Poklahsar Telotai Jaya serta dihadiri Camat Bangko, perangkat Kelurahan Bagan Barat, penyuluh perikanan, dan tokoh masyarakat.

MENARIK DIBACA:  Lapas Kelas II Bagansiapiapi Salurkan Bantuan Sembako secara door to door

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan kerupuk basah ikan acang-acang bombay (ikan lomek) mulai dari penyiapan bahan baku, pencampuran adonan, hingga proses perebusan sesuai standar higienis. Peserta terlihat antusias karena dapat mempraktikkan sendiri seluruh tahapan produksi.

Peserta mengikuti praktik langsung pembuatan kerupuk basah berbahan baku ikan acang-acang bombay (ikan lomek) bersama Tim Pengabdian Universitas Riau.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan dalam mengolah ikan acang-acang bombay menjadi kerupuk basah, tetapi juga dibekali kemampuan membangun identitas produk melalui merek KEROMI, penyusunan desain kemasan, serta strategi pemasaran digital sehingga produk memiliki nilai jual dan daya saing yang lebih tinggi.

Produk kerupuk basah ikan acang-acang bombay (ikan lomek) bermerek KEROMI hasil inovasi Poklahsar Telotai Jaya bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Menurut Ketua Tim Pengabdian, Dr. Hazmi Arief, S.Pi., M.Si., ikan acang-acang bombay atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai ikan lomek memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah.

MENARIK DIBACA:  DPRD Rohil Adakan Rapat Konsultasi Banmus Bahas Beberapa Agenda Kedepan

“Selama ini ikan acang-acang bombay atau ikan lomek lebih banyak dijual dalam bentuk segar maupun ikan asin. Padahal, komoditas ini memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat potensial dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Melalui program ini, kami tidak hanya mengajarkan teknik pengolahan, tetapi juga mendampingi masyarakat membangun identitas produk melalui merek KEROMI agar siap dipasarkan secara lebih luas dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir,” ujar Dr. Hazmi Arief.

Ketua Poklahsar Telotai Jaya menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian Universitas Riau atas ilmu dan pendampingan yang diberikan.

“Kami memperoleh pengalaman baru dalam mengolah ikan lomek menjadi kerupuk basah yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain belajar proses produksi, kami juga diajarkan cara mengemas dan memasarkan produk sehingga lebih percaya diri mengembangkan usaha ini.” Ujar Sutrisno.

MENARIK DIBACA:  Isu Soal Pembelokan Opini Pembohongan Publik , ini kata Kastel Kejari Rohil

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha kelompok, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada Poklahsar Telotai Jaya untuk menunjang proses pengolahan hasil perikanan.

Tim Pengabdian Universitas Riau menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada Poklahsar Telotai Jaya sebagai dukungan pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Universitas Riau menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi hasil perikanan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kehadiran kerupuk basah ikan acang-acang bombay bermerek KEROMI menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan produk perikanan yang bernilai tambah, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Rokan Hilir. (Rilis)

By admin