Gelora Upacara Sumpah Pemuda, Presma UNRI Lakukan Orasi Kebangsaan

0
272

Pekanbaru (HPC)–Dalam rangka momentum sumpah pemuda, BEM Universitas Riau laksanakan upacara di halaman Rektorat UNRI pada (28/10/2019) pukul 10.00 WIB pagi.

Seharusnya sebagai kaum pemuda-pemudi Indonesia, sudah sepatutnya kembali mengenang momen besar ini, karena melalui momentum ini seluruh pemuda bisa berkaca kembali akan perjuangan pemuda masa dulu. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi dengan bangsa Indonesia.

Tepat 1928 lalu, pemuda-pemudi Indonesia melakukan perkumpulan untuk menggambarkan arah Indonesia ke depannya. Tepat pada saat itu Indonesia masih dijajah oleh bangsa asing.

Syafrul menjelaskan bahwa Sumpah Pemuda bukanlah tepat pada tahun 1928. Sebenarnya, pertemuan para pemuda sudah digagas pada tahun 1925 untuk menggambarkan visi dan misi bangsa Indonesia. Saat itu, masih banyaknya ekosentris pada kaum pemuda. Begitu banyak ego yang tercipta sehingga persatuan belum tercipta untuk bangsa Indonesia, sehingga semangat perjuangan yang dilakukan untuk menghapuskan penjajah dari Indonesia belum muncul.

MENARIK DIBACA:  Alamak.... Hampir 2 Thn Tunjangan Kerja Tak keluar Dosen UIN Suska Riau Demo Rektorat

Tahun 1926, pemuda-pemudi Indonesia kembali bergerak. Belajar dari kegagalan tahun 1925, pemuda membentuk kepanitiaan untuk mengadakan Kongres Pemuda. Bermula dari sini, pemuda kembali semangat untuk mengadakan kembali pertemuan-pertemuan, sehingga bermunculan kembali rasa kesatuan dan persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemudian, setelah beberapa saat maka terbentuklah kongres pemuda yang menghasilkan sumpah pemuda. Hal ini dilakukan untuk menjadikan bangsa Indonesia punya identitas, yakni tanah, bangsa dan bahasa.

Adanya sumpah pemuda menimbulkan rasa perjuangan dengan rasa kebersamaan untuk menghapus penjajahan. Tahun 1945, Indonesia memproklamarkan kemerdekaannya.

“Sebagai mahasiswa Indonesia, jika tirani itu ada, sudah sepatutnyalah kita bersatu untuk menumpahkannya. Kita lihat saat ini ekosentris mulai tercipta. Namun jika berkaca kembali pada tahun 1998, kita mampu menumbangkan orde baru. Kemudian, lahirlah Orde reformasi. Namun hari ini, orde baru kembali tergambar,” teriak Syafrul dengan tegas dan berapi-api.

MENARIK DIBACA:  Disdukcapil Benahi Sistem Pelayanan

“Sudah sepatutnya kita mahasiswa seluruh Indonesia bersatu, menggaungkan satu tujuan yakni, jika kebijakan tidak kembali kepada rakyat kita harusnya bergerak menuntut pemerintahan. Berjuang untuk mengkritisinya demi mengembalikan untuk kembali keberpihakan kepada rakyat,” lanjut Syafrul.

“Maka seharusnya, Indonesia nya rakyat sudah melekat pada diri mahasiswa. Karena, Indonesia bukan dimiliki oleh sekelompok orang. Indonesia dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia.
Negara ini ada untuk memakmurkan bangsa dan rakyat seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.” teriak Syafrul di depan para peserta upacara.

Syafrul juga mengatakan bahwa seharusnya persatuan dan kesatuan juga harus lahir dari mahasiswa Universitas Riau, mulai dari jurusan, fakultas dan selingkup universitas.

“Jika kebijakan tidak kembali kepada rakyat sudah seharusnya kita lawan. Inilah yang ingin digambarkan melalui momentum sumpah pemuda ini. Sumpah persatuan dan kesatuan Indonesia yang direfleksikan kembali melalui sumpah mahasiswa Indonesia.” ujar Syafrul mengakhiri orasinya.

MENARIK DIBACA:  Menjadi Motivator, T Azwendi Fajri Berharap Masyarakat Inovatif Dalam Menangkap Peluang Usaha yang Ada di Tengah Pandemi

Kemudian, Syafrul memimpin membacakan sumpah mahasiswa Indonesia, lalu para peserta upacara mengikutinya. Setelah itu, upcara dilanjutkan kembali.
Penulis : Fuji Lara Mulia (Dirjen Jurnalistik BEM UNRI)