Guru Besar Asal Jakarta Kunjungi Monisa di Aceh Timur

0
388
Prof. Dr. K. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA (kanan) didampingi Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP, ketika menziarahi Makam Sultan Said Maulana Abdul Aziz Syah di Komplek Monisa Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin 20 Nopember 2017, sekira pukul 18:00 Wib. Foto: Bagian Humas Setdakab Aceh Timur
Prof. Dr. K. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA (kanan) didampingi Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP, ketika menziarahi Makam Sultan Said Maulana Abdul Aziz Syah di Komplek Monisa Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin 20 Nopember 2017, sekira pukul 18:00 Wib. Foto: Bagian Humas Setdakab Aceh Timur

ACEHTIMUR(HPC) – Setelah mengisi Seminar Nasional, Guru Besar Ilmu Alqur’an dari Institut Ilmu Alqur’an Jakarta, Prof. Dr. K. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA, meluangkan waktu mengunjungi Makam Sultan Alaidin Said Maulana Abdul Azis Syah Peureulak di Desa Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin 20 Nopember 2017.

Hadir antara lain Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Drs. Zahri, M.AP, dan beberapa pejabat di Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Timur. Setiba di makam, guru besar dari Pulau Jawa itu disambut penjaga makam dan sejarawan setempat. Setelah memberi salam penghormatan terhadap ahli kubur, lalu sang profesor itu memanjatkan doa.

Dalam kesempatan itu, K. H. Ahsin Sakho Muhammad mengatakan, kedatangannya ke Monisa untuk berzirah, mendalami keberadaan makam Sultan Said Maulana Abdul Aziz Syah di Peureulak, karena ketika hidupnya beliau dikenal keturunan Arab (Suku Kurays) yang membawa Islam pertama ke Asia Tenggara.

MENARIK DIBACA:  Disbud Riau Luncurkan Senam Lagu Melayu Riau

“Islam pertama masuk ke Asia Tenggara yaitu ke Peureulak (Aceh). Ini dilihat dari sisi pelayaran pedagang-pedagang Arab dari Pelabuhan Basarah di Irak melakukan pelayaran ke Katon, Cina. Pada saat berlayar menuju Cina, para pedagang itu berlabuh di Aceh. Jadi, yang masyhur Islam pertama masuk ke Asia Tenggara yaitu di Aceh, pada abad pertama hijriyah” ujar K. H. Ahsin.

Setelah di Aceh, lanjut dia, bisa jadi kemudian Islam berkembang ke Barus. “Jika disana (Barus—red) memiliki bukti-bukti, maka bisa dikompromi. Namun awal mulanya Islam itu dilihat dari perkembangannya yaitu disini (Peureulak, Aceh) dan selanjutnya berkembang hingga ke Barus,” kata Prof. Dr. K. H. Ahsin Sakho Muhammad. (Rilis).

MENARIK DIBACA:  47 Penderita Bibir Sumbing Selesai Dioperasi