Ir Nofrizal MM,: Pembahasan Evaluasi APBD-P dan APBD Murni 2020 Dilakukan secara Mendalam

0
79

PEKANBARU(HPC)-Rapat pembahasan evaluasi APBD-P dan APBD Murni 2020 yang dilakukan oleh DPRD Kota Pekanbaru bersama Pemko Pekanbaru dilakukan secara mendalam, hal ini diakui oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal MM, Selasa(8/10/19).

Evaluasi anggaran APBD-P dan APBD Murni tahun 2020 sesuai dengan PP nomor 12 tahun 2019 memang harus segera dilakukan melalui anggota banggar, tetapi dengan waktu yang singkat maka evaluasi bisa dilaksanakan melalui unsur pimpinan DPRD Kota Pekanbaru. Makanya kita selaku pimpinan mengajak semua anggota DPRD Kota Pekanbaru untuk dimintai saran dan pendapat untuk membahas evaluasi tersebut,” ungkap Nofrizal

Memang didalam evaluasi anggaran tersebut, sambung Nofrizal, ada beberapa catatan oleh Gubernur Riau yang harus dievaluasi, seperti adanya kelebihan pagu anggaran dari RAKPD. Dan perlu diketahui bahwa anggaran kelebihan dari pagu anggaran RAKPD tersebut tidak serta merta hilang begitu saja, perlu langkah-langkah dan kehatian-hatian kita bersama Pemko Pekanbaru untuk membuat program atau pos-pos anggaran untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Nofrizal

MENARIK DIBACA:  Polresta Pekanbaru sidak harga sembako dipasar menjelang hari raya natal dan tahun baru 

Selain itu, adanya kelebihan dari pagu anggaran dari RAKPD tersebut boleh saja, misalnya adanya anggaran tunda bayar tahun 2018 terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menyelesaikan kewajibannya. Kan itu memang harus dibayarkan oleh pemerintah kota Pekanbaru.

Sedangkan yang banyak menjadi catatan terhadap APBD-P 2020 oleh Gubernur Riau adalah dibidang insprastruktur dan bidang lainnya, sehingga hal ini perlu dievaluasi oleh kita bersama dengan Pemko Pekanbaru,” ungkap Nofrizal.

Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS S.IP, kepada wartawan menjelaskan, Hasil evaluasi APBD yang turun melalui Gubri itu, banyak mengalami penyempurnaan. Meskipun tidak mengingat OPD mana saja yang terkoreksi, saat ditanya awak media rata-rata OPD yang besar itu ada PUPR, Dishub, Disdik, Perkim dan Diskes,” ungkap Hamdani

MENARIK DIBACA:  Keuchik dan Tuha Peut Diaceh timur Ikut Pembekalan Tugas

“Rata-Rata yang besar ada (banyak,red) yang terkoreksi. Kalau data ada di TAPD,” ucap Hamdani.

Termasuk saat awak media mempertanyakan nilai besaran pagu anggaran yang dievaluasi Gubri secara keseluruhan baik itu APBD P 2019 dan APBD Murni 2020 Pekanbaru, Mantan Presiden Mahasiswa UNRI itu mengatakan pembahasan lebih bersifat umum.

“Tidak dijelaskan detail. Yang Dibicarakan hal yang umum, kemudian (angka,red) yang kecil antara RKPD dengan KUA dan PPAS yang seperti itu yang dibahas dan yang dievaluasi oleh Gubernur,” jelasnya.

Saat ditanya adanya catatan terkoreksi nilainya hampir ratusan miliar, Hamdani menyebutkan tidak begitu hafal angka detailnya.

“Tapi terjawab tadi ada Rp100 miliar ditanyakan dan dijawab itu dana BOS, ada dana perimbangan. Dan itu dimasukkan. Kita tadi juga minta data detailnya dan kami akan pelajari,” ungkapnya.

MENARIK DIBACA:  Berkat Prestasi dan Kesabaran Hj. Sampe Siregar di Lantik Jadi Kepala Sekolah

Hamdani juga menjelaskan bahwa prinsip pembahasan dari hasil evaluasi APBD P 2019 dan APBD Murni 2020 Pekanbaru, sejatinya tidak keluar dari koridor catatan yang terkoreksi dari Gubernur.

“Kita tidak keluar dari pembahasan (evaluasi,red) itu. Intinya biar kita tahu semuanya. Jangan nanti kita evaluasi yang di evaluasi tidak tahu. Kalau kita tidak paham dan tidak tahu kan lucu jugakan. Makanya kita pelajari,” pungkasnya. (rls/ Yusuf)