Ir Nofrizal MM, Perlu Penjelasan Resmi Pemerintah Kalau Hotel Dijadikan Tempat Isolasi Mandiri

0
42

PEKANBARU(HPC) -Adanya keinginan pemerintah kota untuk meminta pihak pemilik hotel untuk dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19, hal ini mendapatkan tanggapan dari ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia(PHRI) Provinsi Riau Ir Nofrizal MM yang juga wakil ketua DPRD Kota Pekanbaru.

“Memang beberapa hari yang lalu, kita dari pihak hotel diundang oleh pemerintah kota Pekanbaru yang membicarakan tentang hotel untuk dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Hal ini terkait dibukanya jalur internasional penerbangan,” ungkap Nofrizal. Selasa(15/9/2020)

Bahkan pihak pemerintah Provinsi Riau meminta kita selaku pelaku usaha perhotelan untuk menyediakan hotel sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Namun kita selaku pihak pelaku usaha perhotelan (PHRI) Provinsi Riau mendukung keinginan pemerintah. Namun tentunya harus ada sosialisasi atau pemberitahuan secara resmi oleh pemerintahan melalui Diskes kepada pihak PHRI. Namun kita menilai tidak semua hotel mendapatkan informasi tentang Covid-19 apalagi hotel dijadikan tempat isolasi mandiri. Tapi saya kira pihak pelaku usaha hotel ada kemauan untuk menyambut baik keinginan pemerintah, karena tidak ada jalan lagi, apalagi rumah sakit sudah penuh, Rusunawa sedang disiapkan pemerintah kota Pekanbaru,” ungkap Nofrizal

MENARIK DIBACA:  H. Darnil. SH Mintak Pemko Tegas dengan Jam Operasional Ritel Alfamart dan Indomaret

Di suatu sisi, pemerintah harus mencari tempat strategis lainnya seperti asrama haji yang bisa digunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.
Kalau ditanya resiko atau dampak terhadap Hotel yang dijaidikan tempat isolasi mandiri, maka perlu ada penjelasan resmi dari pihak Diskes ataupun pemerintah. Karena tanpa ada kejelasan yang resmi dari pemerintah maka hal ini akan berdampak lain bagi pemilik hotel. Selagi ada penjelasan secara resmi dan penjelasan dampaknya bisa ditanggulangi, saya kira tidak ada masalah sepanjang itu bisa dipertanggungjawabkan secara medis,” ungkap Nofrizal. (YS)