KADISKES Kabupaten Kepulauan Meranti Ditahan Polda Riau Sebagai Tersangka Dugaan Penyelewengan Bantuan Swab Antigen

0
165

PEKANBARU (HALUANPOS.COM)- Kepolisian Daerah Riau akhirnya menahan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr.Misri Hasanto. dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana penanganan covid-19 di Kabupaten Meranti Provinsi Riau

Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ferry Irawan tidak menampik adanya penahanan tersebut. “Pada prinsipnya ini dilakukan sementara sambil menunggu perintah pimpinan,” katanya, Sabtu (18/09/21)

Ia juga menjelaskan bahwa, Misri ditahan dengan dugaan kasus bantuan swab antigen yang dikomersilkan. “Sebelumnya sudah diperiksa. Kita periksa sebagai tersangka sudah,” terangnya.

Untu diketahui, dugaan penyimpangan anggaran penanganan covid-19 ini sebelumnya diusut oleh Polres Meranti. Dimana dalam perjalannya kemudian diambil alih oleh Polda Riau.

Kasus ini berawal dari laporan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Kepulauan Meranti. Laporan itu terkait temuan dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan korupsi oleh Diskes Meranti.

MENARIK DIBACA:  Wakapolresta Pekanbaru Hadiri Apel Deklarasi Pemilu Damai Th. 2019 di Kantor Walikota

Diantaranya adalah dugaan pungutan biaya rapid test dan rapid antigen ilegal. Ini tentu bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 87 yang sesungguhnya hanya untuk BLUD RSUD. Akan tetapi, digunakan oknum pegawai Diskes sebagai dasar mengambil uang masyarakat atas jabatannya.

Selain itu, ada dugaan penyimpangan dana Covid-19 yaitu dana yang bersumber dari dana refocusing, bantuan dana tidak terduga (BTT) senilai Rp1 miliar tahun 2020/2021. Kemudian, pengadaan alat rapid test, belanja perlengkapan medis dan APD senilai Rp1,5 miliar dan pengadaan APD Masker kain bersama tim Puspa senilai Rp250 juta.

Ditempat terpisah Ketua Umum LM2R Riau Jefrizal saat diminta keterangan oleh awak media , Dirinya baru tau dari pemberita media ,kalau hal itu benar terjadi ( penahanan Kadiskes red ) kita patut memberi acungan jempol pada jajaran Polda Riau dalam penangan kasus tindak pidana korupsi, jangan main- main kasus korupsi anggaran Covid-19 Negara lagi susah ,rakyat lagi menderita jangan ada pejabat yang memperkaya diri dimasa Vandemi Covid -19. ucap Jefrizal

MENARIK DIBACA:  PROGRAM SEJUTA RUMAH BRK dan PT. SMF Sepakati Kerjasama Refinancing KPR

Ungkap tuntas sampai ke akar-akar aliran dana Covid -19 baik itu yg bersumber dari alokasi dana APBN ,APBD, anggaran Stunting , Revocusing anggaran sejak awal Vandemi 2020 mau pun dari bantuan pihak ketiga.tutup Jefrizal. (Rls)