Sang Ibu Kehilangan Pekerjaan, Kini Salsa Tidak Mampu Membayar SPP

0
55

PEKANBARU (HPC)-Salsa Bila Maharani merupakan satu dari ribuan anak yatim yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya sejak mendiang ayahnya meninggal dunia pada 13 tahun yang lalu, Salsa dan keluarga mengalami kesulitan ekonomi. Terlebih saat virus corona mewabah di Indonesia.

Diketahui, saat ini Salsa tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama adik dan ibunya, tepatnya di Jl. KH. Ahmad Dahlan Gg Panda II RT 003 RW 004, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Prov Riau.

Meski demikian, menjadi yatim dan hidup dalam kondisi ekonomi yang semakin melilit tak sedikitpun mematahkan semangat Salsa dalam mencari ilmu agar kelak bisa meraih impiannya menjadi arsitek.

MENARIK DIBACA:  Horse Power Agendakan Iven Berkuda 2020

Namun sayang, bocah berusia 16 tahun itu kini mengalami kendala untuk membayar SPP. Pasalnya sejak virus corona mewabah kini sang ibu kehilangan pekerjaannya, menjadi penjual gorengan dan buruh antar jemput sekolah. Sebab sejak ada pandemi, kini sekolah libur.

“Upah dari antar jemput tersebut perbulannya 600-800ribu dan itu hanya bisa buat bayar kontrakan dan listrik. Sedangkan untuk makan dan lainnya ia membikin gorengan yang ia jual di kantin dan di warung. Dari keuntungan tersebut hanya bisa buat beli ¹/² sampai 1 kg beras dan ikannya,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Riau, Ramdan.

Sejak itu pula, sang ibu memutar otak untuk bisa terus bertahan hidup. Terlebih anak keduanya pun membutuhkan biaya pendidikan yang cukup besar karena baru akan masuk SMK. Akhirnya sang ibu memutuskan untuk berdagang, dengan penghasilan hanya 10 ribu/hari.

MENARIK DIBACA:  Wawako Pekanbaru Ajak Masyarakat Jaga Suasana yang Harmonis

Alhasil karena kondisi itulah, kini bocah yang akan naik kelas 11 di SMK Hasanah itu mengalami kendala membayar SPP dan telah menunggak selama beberapa bulan kebelakang.

“Dengan raut muka yang sedih dan bingung, Ibunya melontarkan kesusahanya, jangankan buat bayar tunggakan anak sekolah buat kontrakan pun ia 2 bulan belum bisa bayar sampai seminggu kebelakang ini terpaksa harus menggadaikan hp utk bayar listrik dan kebutuhan lainnya,” imbuh Ramdan.

Atas kondisinya tersebut, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan kebutuhan pendidikan bagi Salsa Bila Maharani melalui program beasiswa pendidikan dhuafa. Bantuan itu diberikan untuk melunasi seluruh tunggakan administrasi yag dialami Salsa.

Selain daripada bantuan pendidikan, Rumah Yatim memberikan Bantuan Sembako untuk Salsa dan keluarga. Diharapkan bantuan tersebut bisa memenuhi memenuhi kebutuhan makan mereka selama beberapa minggu ke depan.

MENARIK DIBACA:  SELAMAT..!!! SMPN 17 Dipercaya Wali Kota Sebagai Sekolah Ramah Anak

Mari mengulurkan tangan untuk membantu Salsa-Salsa lainnya. Karena sedikit kebaikanmu sangat berarti untuk mereka yang membutuhkan.

Yuk bersedekah bersama Rumah Yatim

Transfer
BCA 220 139 8888
Mandiri 1720 000 384 125
An Yayasan Rumah Yatim Arrohman

rilis