Kebakaran Hutan di Indonesia, Ancaman Polusi Asap Sampai ke Negara Tetangga

0
63
Photographer: Abdul Qodir

ASIA (HPC) – Kualitas udara di Singapura dan sebagian Malaysia akan memburuk dalam beberapa hari mendatang, pihak berwenang Indonesia memperingatkan akan lebih banyak kebakaran hutan karena cuaca kering yang luar biasa panjang, Senin (10/09/19).

“Lebih dari 2.500 hotspot yang tersebar di Asia Tenggara terdeteksi dalam sepekan terakhir, Kutipan BMKG mengatakan jumlah kebakaran hutan bergejolak dengan tren yang meningkat,” menurut Mulyono R. Prabowo, wakil Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Minggu (09/09/19).

“Sementara sebagian besar hotspot berada di Indonesia, tidak ada asap lintas batas yang terdeteksi di Singapura dan Semenanjung Malaysia yang telah menyebar dari wilayah tetangga Sumatra” keterangan BMKG 

Singapura dan Malaysia merasakan dampak polusi asap kabut selama beberapa dekade  yang disebabkan oleh awan abu dari kebakaran di negara tetangga Indonesia.

Data dari Badan Lingkungan Nasional Singapura menunjukkan kualitas udara di negara pulau sumatera itu telah memburuk sejak minggu lalu. Kejadian Asap menyengat dari pembakaran ilegal untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit dan kertas melanda Singapura, Malaysia dan Thailand selama lebih dari sebulan seperti yang telah terjadi di tahun 2015 lalu.

“Di negara tetangga Malaysia, pemerintah telah memperingatkan udara di pantai barat semenanjung Malaysia dan Sarawak barat akan tetap berasap sampai musim hujan tiba pada akhir September atau awal Oktober. Kementerian lingkungan sedang mempertimbangkan penyemaian awan, dan pihak berwenang juga mengirim surat diplomatik ke Indonesia untuk menuntut langkah segera untuk memerangi kebakaran hutan” kutipan surat kabar Malaysia The Star melaporkan Jumat (06/09/19).

“Indonesia telah mengerahkan ribuan anggota militer, polisi dan agen mitigasi bencana untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan lebih dari 1.600 lokasi. Badan mitigasi bencana menggunakan 37 pesawat untuk bom air, modifikasi cuaca dan operasi hujan buatan.” Tanggapan dari surat diplomatik.

Nyala api seringkali dimulai dari pembukaan lahan untuk perkebunan penghasil minyak nabati terbesar dari pohon kelapa sawit di dunia. Berulangnya kebakaran mendorong Presiden Indonesia Joko Widodo untuk secara permanen melarang pembukaan lahan hutan baru untuk pertanian dengan cara dibakar.

Akibatnya, Badan cuaca Indonesia mengatakan hotspot juga terdeteksi di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, Timor Leste dan Thailand. (Rls/mf)

Sumber: Bloomberg

MENARIK DIBACA:  ​Ketua AKA Turut Kritik Keras PT Medco Terkait Pemasok TKL Aceh Secara Diam-diam