PEKANBARU (HALUANPOS.COM)— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ittihadul Muballighin Provinsi Riau menggelar yasinan, tahtim, tahlil, dan doa bersama untuk mengenang jasa serta keteladanan almarhum KH Syukron Ma’mun, yang wafat pada Ahad lalu. Kegiatan tersebut berlangsung di Mushala Baitul Qurra Majhur, Pekanbaru, Selasa malam (20/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya KH Muhammad Mursyid, anggota DPD RI daerah pemilihan Riau yang merupakan salah seorang murid almarhum, Prof. Dr. H. Ilyas Husti, Ketua DPD Ittihadul Muballighin Kota Pekanbaru Ustadz Sarwan Kelana, serta sejumlah pengurus dan tokoh lainnya.
Ketua DPW Ittihadul Muballighin Provinsi Riau, H. Ayubi Nahar, S.Ag., didampingi Sekretaris DPW Riau Ustadz Irwandi, S.Ag., menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir untuk mendoakan almarhum.
Dalam sambutannya, Ayubi mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT agar amal ibadah yang dilakukan menjadi pahala bagi almarhum.
“Selanjutnya, mari kita bermunajat kepada Allah agar bacaan kita ini sampai kepada yang kita niatkan, dan pahalanya untuk almarhum KH Syukron Ma’mun. Beliau juga merupakan Dewan Mustasyar DPP Ittihadul Muballighin. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran kita semua,” ujar Ayubi.
KH Muhammad Mursyid Kenang Keteladanan Gurunya
Dalam kesempatan tersebut, KH Muhammad Mursyid menyampaikan kenangan dan perjalanan kebersamaannya dengan almarhum semasa hidup. Ia menggambarkan KH Syukron Ma’mun sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan keagamaan, memiliki perhatian besar terhadap pendidikan Islam, serta senantiasa menghargai jasa para guru dan orang-orang yang pernah membantunya.
Menurut Mursyid, almarhum turut mendirikan pondok pesantren dan memberikan amanah kepadanya untuk ikut mengembangkan pendidikan pesantren di Provinsi Riau.
“Beliau juga mendirikan pondok pesantren. Bahkan, saya diberikan amanah oleh almarhum untuk mengembangkan pondok pesantren di Riau ini. Keberkahan dan keteladanan beliau luar biasa. Beliau juga tidak pernah melupakan guru-guru dan orang-orang yang pernah berjasa kepadanya,” ungkap Mursyid.
Ia kemudian mengenang pesan almarhum yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya. Pesan tersebut mengajarkan pentingnya menghormati orang lain dan memberikan manfaat tanpa mengharapkan penghormatan maupun balasan.
“Ada kalimat yang beliau sampaikan kepada saya. Kalau kamu merantau, hormati orang lain, jangan minta dihormati. Berjasalah kamu, jangan minta jasa,” tuturnya.
Bagi Mursyid, pesan tersebut merupakan pelajaran penting bagi siapa pun, terutama para pendakwah dan tokoh masyarakat, agar senantiasa menjaga kerendahan hati serta mengutamakan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengajarkan Ketulusan dan Silaturahmi
Lebih lanjut, anggota DPD RI tersebut menceritakan kebiasaan almarhum dalam memenuhi undangan. Menurutnya, KH Syukron Ma’mun selalu berusaha menghargai pihak yang lebih dahulu mengundangnya, tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan orang yang mengundang.
Ia mencontohkan, ketika terdapat undangan dari pengurus RT dan seorang menteri, almarhum akan memprioritaskan undangan yang datang lebih dahulu.
“Jadi, kita memang perlu mengambil ibrah dari orang-orang saleh selagi masih ada kesempatan. Dengan siapa pun, bangunlah silaturahmi yang baik. Bahkan, almarhum tidak memiliki kebencian terhadap siapa pun, sebagaimana yang beliau sampaikan,” kata Mursyid.
Menurutnya, keteladanan almarhum menjadi pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya dilihat dari kedudukan, tetapi juga dari keikhlasan dalam berbuat baik, menghormati sesama, serta menjaga hubungan silaturahmi.
Kegiatan yasinan, tahlil, dan doa bersama tersebut ditutup dengan sesi foto bersama serta makan malam bersama. Melalui kegiatan ini, keluarga besar Ittihadul Muballighin Provinsi Riau berharap keteladanan dan perjuangan almarhum KH Syukron Ma’mun dapat terus dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus dakwah.
(Wan)
