Mahasiswa Kukerta UR Bersama P3P2AKB Sosialisasi Bahaya Narkoba

0
60

MERANTI, Batinsuir (HPC) – Dalam rangka mencegah bahaya narkoba terhadap generasi muda, mahasiswa kuliah kerja nyata (kukerta) tahun 2019 desa batinsuir bersama Dinsos P3P2AKB Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada remaja dan ibu-ibu yang memiliki remaja di Desa Batinsuir.

Berdasarkan penjelasan Dinsos P3P2AKB Kabupaten Meranti dalam hal ini diwakili oleh M. Qofer, S.Pd (Gofer) bahwa Desa Batinsuir dan Kepulauan Meranti adalah jalur perdagangan yang dapat dilewati pedagang dari dalam dan luar negeri, hal ini menyebabkan akses narkoba akan lebih mudah untuk masuk ke daerah tersebut sehingga sangat rentan untuk masyarakat terutama remaja.

Salah satu mahasiswa Kukerta, Tri Azki Qara Muliani (Kiki) menjelaskan bahwa bahwa remaja sangat rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dikarenakan pada usia remaja terjadi perubahan fisik, emosional, intelektual, seksual, dan sosial. Pada usia remaja mulai pencarian jati diri, melakukan pemberontakan, labil, rasa ingin tahu dan mencoba yang kuat.

MENARIK DIBACA:  Desa sungai tohor terima bantuan tenaga surya

Selain itu Kiki juga menjelaskan bahwa narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang bersifat sintetis atau semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, menguragi bahkan menghilangkan rasa nyeri dan dapat mengakibatkan ketergantungan.

“Ketergantungan ini memiliki proses berawal dari kompromi yaitu sikap menolak yang tidak tegas, lalu coba-coba, kemudian mulai muncul toleransi dimana dosis awal sudah tidak mampu lagi memberikan efek yang sama sehingga diperlukan peningkatan dosis. Hal ini terus berlanjut hingga menjadi kebiasaan dan menyebabkan ketergantungan, penggunaan yang berlebihan dan terus menerus akan mengakibatkan intoksifikasi atau keracunan dan berujung kematian” ujarnya (21/7/2019).

Kiki juga menjelaskan bahaya narkoba terhadap diri sendiri dan keluarga. Narkoba dapat menyebabkan gangguan kesehatan, fungsi otak, mental, nilai moral, dan mengakibatkan terjadinya kejahatan, kekerasan, dan kriminalitas.

MENARIK DIBACA:  Demokrat Buka Penjaringan Bacaleg pertanggal 01 s.d 31 Maret 2018, Setiap Dapil Sudah Ada yang Mulai Mendaftar

Untuk itu mahasiswa Kukerta dan Dinsos P3P2AKB mengajak para remaja untuk berani mengatakan tidak pada narkoba, melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT agar terhindar dari narkoba. Serta mengajak orang tua untuk melindungi remaja dari bahaya narkoba.

Kegiatan ini juga mengajak remaja untuk belajat menyelesaikan masalah secara positif, percaya bahwa setiap permasalahan ada solusinya tanpa harus melarikan diri pada narkoba.Kebahagiaan dan kesenangan itu tidak datang dari narkoba, permasalahan itu tidak dapat diselesaikan oleh narkoba.***