PEKANBARU(Haluanpos.com)-Ketua LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan yang didampingi Datuk Nomy Nikum selaku bendahara
umum LAMR kota Pekanbaru serta Puan Syambakar Thamrin, puan Niken, puan, Datuk Muslim dan pengurus LAMR kota Pekanbaru dan didampingi Lola Maharani, SE, MM selaku perwakilan Dosen Universitas Prima Indonesia mengelar kegiatan Pelatihan Ketrampilan Lulur Tradisional bagi warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas II A Pekanbaru. Jumat(30/10/26)
Selain memberikan materi pelatihan ketrampilan Lulur oleh puan Syambakar Thamrin dan puan Niken, dimana pihak Universitas Prima Indonesia juga melakukan pengabdian kepada Masyarakat khususnya kepada warga binaan lapas kelas IIA Pekanbaru dengan judul
”Sinergi Psikoedukasi Self-Care dan Personal HR Management dalam Meningkatkan Efikasi Diri dan Pengelolaan Kapasitas Diri Warga Binaan Perempuan di Lapas Kelas II A Pekanbaru ”
Usai acara, Endang Sriwati, A.md IP. SH. M.Si, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pekanbaru mengatakan, Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas respon LAMR Kota Pekanbaru yang peduli dengan anak-anak binaan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru ini. Dan tidak semua pihak yang mau peduli seperti ini,” ungkap Endang Sriwati
Jujur saja, kami terkejut saja karena pihak LAMR kota Pekanbaru mau peduli dan memberikan perhatian serta mengandeng pihak Universitas Prima dalam memberikan penyuluhan psikologi kepada anak-anak binaan. Apalagi anak-anak kami dalam binaan ini adalah anak yang membutuhkan berbagai ketrampilan dan ilmu yang bermanfaat bagi mereka,” ujar Endang Sriwati
Harapan kami di Lapas kelas IIA semoga kegiatan ini tidak putus disini saja, semoga tetap berlanjut, apalagi kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif,” harap Endang Sriwati.
Sementara itu, Datuk Seri Muspidauan menambahkan, Dimana kegiatan Pelatihan Ketrampilan Lulur Tradisional yang ditaja oleh puan LAMR Kota Pekanbaru ini bentuk kepedulian kita pengurus LAMR kota Pekanbaru dalam mengembangkan serta melestarikan tradisi lulur yang bahannya terbuat dari bahan tradisional.
Semoga dengan pelatihan ketrampilan Lulur Tradisional serta berkolaborasi dengan pemberian materi psikologi oleh pihak dosen Universitas Prima Indonesia, hal ini bisa bermanfaat bagi kaum perempuan warga binaan kelas IIA Pekanbaru,” ujar Datuk Seri Muspidauan.(YS)
