PEKANBARU (Haluanpos.com) – Terkait belum berjalannya Program 1 ASN 1 RW yang menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di Kecamatan Sukajadi, hal ini mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ir. Nofrizal, MM, Sabtu (7/11/2026).

Nofrizal mengatakan, informasi tersebut diperolehnya langsung dari masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Sukajadi. Dalam kesempatan tersebut, salah seorang warga menyampaikan keluhan mengenai sulitnya melakukan verifikasi maupun perubahan data desil bagi masyarakat yang merasa memiliki kategori desil tinggi.

“Ketika masyarakat menyampaikan persoalan tersebut, saya menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru sudah memiliki program 1 ASN 1 RW. Dengan adanya program ini, seharusnya masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan persoalan dan melakukan pembaruan data keluarga melalui ASN yang ditempatkan di setiap RW, tanpa harus selalu mendatangi kantor lurah maupun Dinas Sosial,” jelas Nofrizal.

Namun, lanjut Nofrizal, salah seorang warga justru menyampaikan bahwa hingga saat ini belum melihat adanya ASN yang turun dan aktif melakukan pendataan di lingkungan RW mereka.

Menurutnya, keberadaan ASN yang ditempatkan di setiap RW merupakan kebutuhan masyarakat. Petugas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari program pemerintah secara administratif, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk melakukan pendataan, menerima pengaduan, serta membantu menyampaikan berbagai persoalan warga kepada instansi terkait.

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan adanya ASN di setiap RW, warga bisa menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk masalah data desil, bantuan sosial, bantuan kesehatan, pendidikan, maupun persoalan administrasi kependudukan. Jadi, masyarakat memiliki tempat untuk bertanya dan menyampaikan keluhan tanpa harus bingung harus mengadu ke mana,” ungkapnya.

Nofrizal juga memberikan solusi kepada masyarakat agar tetap proaktif mendatangi kantor lurah dengan membawa dokumen dan kelengkapan data keluarga apabila membutuhkan verifikasi atau pembaruan data.

“Kita berharap masyarakat jangan malu dan sungkan untuk mendatangi kantor lurah. Sampaikan persoalan yang dihadapi dan lengkapi dokumen yang diperlukan agar bisa ditindaklanjuti oleh petugas terkait,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nofrizal mengungkapkan bahwa saat ini banyak masyarakat yang merasa bingung dan cemas akibat perubahan status desil. Sebelumnya mereka menerima bantuan kesehatan melalui KIS, bantuan pendidikan, maupun bantuan sosial lainnya, tetapi tiba-tiba bantuan tersebut tidak lagi diterima.

“Apalagi kondisi ekonomi sebagian masyarakat kita masih pas-pasan. Ketika bantuan kesehatan, pendidikan, maupun bantuan sosial lainnya tidak lagi diterima akibat perubahan status desil, tentu hal ini menjadi persoalan serius bagi keluarga yang memang membutuhkan perhatian pemerintah,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui perangkat daerah terkait dapat mengevaluasi pelaksanaan Program 1 ASN 1 RW, khususnya di Kecamatan Sukajadi.

Nofrizal menegaskan bahwa program tersebut jangan hanya sebatas kebijakan atau penempatan ASN di atas kertas. Harus ada pelaksanaan nyata di lapangan, dengan ASN yang aktif mendatangi warga, melakukan verifikasi data, mendengarkan keluhan, serta membantu memastikan masyarakat memperoleh hak pelayanan dan bantuan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kita ingin program 1 ASN 1 RW benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ASN harus hadir di setiap RW, aktif melakukan pendataan dan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Dengan demikian, persoalan warga bisa lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti,” tutup Nofrizal.(YS)

By admin