BAGANSIAPIAPI – (HALUANPOS.COM) Sebanyak 21 Tim senam beradu kreatif dalam pertandingan senam Kemilau Rokan Hilir yang berlangsung di Halaman Kantor BPKAD Jalan Perwira Bagansiapiapi, Ahad (3/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga yang bekerjasama dengan Komisi X DPR RI diikuti dari berbagai kalangan mulai dari OPD, Kampus, Sekolah, Guru hingga Sanggar.
Setiap tim tampil dengan berbagai gerakan kombinasi dengan memadukan langkah dasar senam, selain itu pakaian yang berwarna merah putih juga menggambarkan suasana kemerdekaan Republik Indonesia yang masih terasa.
Tim yang tampil saling menjaga kekompakan, keselarasan irama, kerapian formasi, dan semangat yang tinggi dari awal hingga akhir. Mereka meyakinkan diri untuk tampil terbaik didepan dewan juri.
Bupati Rokan Hilir Bistamam menyambut baik atas digelarnya pertandingan Senam Kemilau Rokan Hilir yang di inisiasi oleh Komisi X DPR RI bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kami dari Pemda Rokan Hilir menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan pertandingan Senam Kemilau Rohil. Ini menjadi wadah bagi generasi muda kita untuk menyalurkan, mengasah, dan mengembangkan bakat mereka khususnya di bidang senam, mudah mudahan Kegiatan ini bisa terus berlanjut,” harap Bupati.
Sementara itu Anggota Komisi X DPR RI, DR. Karmila Sari mengapresiasi antusias masyarakat Rohil dalam mengikuti pertandingan Senam Kreasi Kemilau Rohil.
“Saya sangat mengapresiasi tentunya, hanya dalam waktu yang sangat sedikit persiapan yang dilakukan oleh masing masing tim cukup maksimal, terlihat kemampuan mereka ditunjukkan dalam pertandingan tadi, ternyata masyarakat Rohil hebat hebat dalam menampilkan kemampuan di bidang senam,” sebutnya.
Karmila menyebutkan, masyarakat Rohil memiliki talenta maupun bakat yang mumpuni di bidang senam, kreativitas dalam gerakan, pemilihan kostum hingga kekompakan yang ditampilkan mencuri perhatian penonton.
“Mereka memiliki talenta dan kreativitas yang cukup baik, tidak hanya kreatif, lucu, maupun heboh namun mereka juga mampu memperlihatkan kekompakan sesuai dengan saran dan penilaian dari juri,” ujarnya.
Dalam pertandingan ini, panitia penyelenggara. Juga menerapkan sistem digitalisasi mulai dari pendaftaran hingga sesi waktu dalam perlombaan.
“Kita juga membiasakan mereka dengan sistem digitalisasi, mulai dari memasuki syarat hingga penentuan batas waktu dalam penilaian perlombaan,” ujarnya.
