BAGANSIAPIAPI – (HAKUANPOS.COM) Demi meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir, Dewan Pendidikan Rohil mengusulkan 14 rekomendasi kepada Pemerintah Daerah.
Lampiran rekomendasi itu diserahkan oleh Ketua Dewan Pendidikan Rohil Gr. Azrul Arpan, S.E., M.M kepada Wakil Bupati Rohil Jhony Charles, BBA, MBA.
Belasan rekomendasi itu diantaranya tentang program pendampingan intensif literasi-numerasi menggunakan Platform Mardeka Mengajar (PMM) Kesetaraan SD/SMP/SMA negeri dan Madrasah SD/SMP dari kemenag dengan target meningkatkan mutu literasi-numerasi,
Pelatihan pembelajaran interaktif, berpikir kritis, adaptif dan pembelajaran berbasis penalaran untuk guru SD dan SMP umum juga di rekomendasikan dengan target peningkatan mutu kualitas pembelajaran.
Kemudian, pelatihan metodologi literasi-numerasi berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) guru Kemenag dan Tutor PKBM serta fasilitasi akreditasi PAUD minimal B untuk 50 PAUD.
Selain itu program “Orang Tua Hebat, Anak Cerdas” sesi parenting dan kelas calistung bersama untuk anak usia 5-8 tahun di desa-desa sekaligus sosialisasi kampung inklusif program Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI) di sekolah-sekolah piloting juga menjadi poin dalam rekomendasi tersebut.
Dewan Pendidikan Rohil juga mengutarakan program operasional dewan pendidikan serta revitalisasi dan pembangunan pasilitas sarana prasarana SD, SMP sesuai standar pendidikan.
Validasi data dapodik untuk sekolah berstatus belum kirim atau belum sinkronisasi 10 SD dan 4 SMP juga di usulkan agar terhimpun data dapodik yang valid.
Disisi lain, rekonsiliasi ruang kelas untuk sekolah dengan rombel lebih besar serta pemerataan kesenjangan guru juga termaktub dalam rekomendasi yang diusulkan oleh Dewan Pendidikan kepada Pemerintah Daerah.
Optimalisasi SMP satu atap, pembangunan SD dan SMP didaerah terpencil di Rantau Kopar serta pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat Menengah Pertama Terintegrasi juga masuk dalam usulan rekomendasi dari Dewan Pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Rohil Gr. Azrul Arpan, S.E., M.M mengatakan berbagai langkah telah dilakukan untuk penyusunan rekomendasi tersebut mulai dari menghimpun, menganalisis serta mengawasi pendidikan secara langsung hingga terbitnya belasan rekomendasi tersebut.
“Tindak lanjut dari hasil perumusan yang kami laksanakan menemukan penyebab struktural dan kultural yang menghambat peningkatan mutu pendidikan. Rekomendasi ini juga bagian dari Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang wajib dilakukan oleh pemerintah daerah,” katanya.
Asrul mengakui bahwa layanan mutu pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir saat ini sudah berjalan dengan baik, hanya saja perlu kolaborasi yang kuat antar instansi agar lebih meningkatkan mutu pendidikan kedepannya.
“Secara umum layanan mutu pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir sudah berjalan dengan baik, tinggal lagi tugas dan fungsi seluruh elemen yang terkait agar bersama-sama bergotong royong dan menerapkan transparansi total agar terwujud mutu pendidikan yang lebih baik lagi kedepannya,” harap Azrul.
