PEKANBARU (HALUANPOS.COM)-Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi menemui masyarakat di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Sabtu (7/11). Pertemuan silaturahmi ini dalam rangka agenda serap aspirasi atau reses.
Agenda yang berlangsung di RT 3 RW 3 ini, Tengku Azwendi ditemani Wakil Ketua DPC Demokrat Pekanbaru Torri TW. Kedatangannya disambut oleh Lurah Simpang Tiga Harmen, LPM Bukit Raya Aleksandra, Ketua Forum RTRW Bukit Raya Sabarudin, LPMK Simpang Tiga Hamizul, Ketua Forum RTRW Simpang Tiga Sapta, Ketua RT3 Anto Tanjung.
Pertemuan itu menjadi ajang diskusi antara Tengku Azwendi selaku wakil rakyat dari Dapil 4 Bukit Raya-Sail dengan para masyarakat yang hadir. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari kebersihan, infrastruktur, penanganan banjir dan keluhan lainnya.
Di awal pembicaraan, Ketua LPM Aleksandra mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih karena aspirasi terkait semenisasi jalan di beberapa titik sudah direalisasikan oleh Pemko Pekanbaru yang diperjuangkan wakil rakyat.
Selain itu, masyarakat saat ini menunggu rampungnya pengerjaan aliran air di Jembatan Labersa, karena pengerjaan ini menjadi salah satu penanggulangan banjir yang kerap melanda di Jalan Unggas. Serta rencana pembangunan parit gajah sepanjang 1.600 meter.
Salah seorang ibu-ibu yang hadir, Ika Rahayu mengungkapkan bahwa adanya perubahan infrastruktur setelah direalisasikannya aspirasi yang disampaikan yang kemudian dikerjakan oleh Pemko Pekanbaru.
“Kalau sekarang saya merasakan dampak baiknya, terutama jalanan: biasanya tidak tersentuh, sekarang sudah mulus dan banjir berkurang. Sekolah tidak dibebankan baju seragam lagi yang sekarang dapat bantuan dari Pemko Pekanbaru,” paparnya.
“Kader Posyandu insentif sudah lancar yang biasanya bekerja sosial. Ada beberapa bantuan lagi yang telah dirasakan, pokoknya the best-lah,” singkatnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tengku Azwendi Fajri menyampaikan bahwa apa yang dikerjakan Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius berdasarkan aspirasi dan keluhan masyarakat.
“Apa-apa yang telah bapak ibu rasakan itu semuanya dikerjakan berdasarkan keluhan, aspirasi, keinginan dari bapak ibu semua. Agar persoalan yang bapak ibu rasakan dapat teratasi,” papar Azwendi menjelaskan.
Bahkan, sebut Azwendi, Pemko Pekanbaru telah memiliki call center 112 yang menjadi tempat masyarakat melaporkan apa yang sedang terjadi. Laporan itu akan ditindak lanjut oleh petugas yang siaga selama 24 jam.
“Pemko Pekanbaru meluncurkan laporan pengaduan yang siaga 24 jam, bapak ibu boleh melaporkan kejadian terkait apa saja yang nantinya akan ditindaklanjut petugas,” urainya.
“Maka kita harus mendukung Pemko Pekanbaru dalam menyukseskan program-program yang pro masyarakat. Aspirasi yang bapak ibu sampaikan hari akan kita teruskan untuk segera direalisasikan,” katanya menyudahi. (Rls)
