PEKANBARU (HALAUANPOS.COM)– Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Riau menggelar evaluasi bersama para Kepala SMK Cabang Dinas Wilayah III (Pekanbaru,Kampar dan Rokan Hulu) di SMK Negeri 3 Pekanbaru. Pertemuan ini menjadi forum evaluasi, koordinasi, sekaligus penguatan dalam meningkatkan Mutu Pendidikan Vokasi di Riau.
Dalam arahannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Dinas Pendidikan Provinsi Riau ZUL ANSHARI, S.Sos.M.Si menekankan pentingnya peran SMK sebagai solusi atas kebutuhan tenaga kerja di daerah. Menurutnya, SMK tidak boleh berjalan sendiri dan harus membuka diri selebar-lebarnya kepada dunia usaha dan dunia industri.
“SMK harus tancap gas memperkuat link and match dengan DUDI. Lulusan SMK harus siap kerja, siap wirausaha, dan siap melanjutkan Pendidikan. Jangan sampai industri masih mengeluh kekurangan tenaga terampil, sementara lulusan kita menganggur,Tegas Zul Anshari. Ia juga mendorong para Kepala SMK untuk berani berinovasi dan menjadikan sekolah sebagai mitra strategis industri di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III ANDA DIAH ANGGRAINI,S.Pd.,M.IP menyoroti pentingnya pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dan optimalisasi Bursa Kerja Khusus. Ia menegaskan bahwa PKL harus benar-benar sesuai dengan kompetensi keahlian siswa, bukan sekadar formalitas. Begitu pula BKK diminta aktif membangun komunikasi dengan industri agar lulusan SMK dapat terserap maksimal di dunia kerja.
“Data lulusan juga harus valid dan diperbarui. Kita perlu tahu berapa persen lulusan yang sudah bekerja, wirausaha, atau melanjutkan. Dari situ kita bisa mengevaluasi dan memperbaiki program di sekolah,” ujar Anda Diah Anggraini Rabu 02 September 2026.
Ia menambahkan, pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka serta peningkatan kompetensi guru produktif akan terus dilakukan secara berkala di sekolah-sekolah binaan.
Dalam rapat tersebut dibahas secara menyeluruh terkait evaluasi program semester berjalan, mulai dari capaian akademik, hasil supervisi pembelajaran, hingga tindak lanjut hasil pengawasan. Cabang Dinas juga mendorong penguatan pembelajaran berbasis projek, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi di kelas, serta penyiapan Asesmen Nasional, Uji Kompetensi Keahlian dan akreditasi sekolah.
Berbagai persoalan krusial turut menjadi perhatian bersama. Di antaranya masih terbatasnya guru produktif pada beberapa kompetensi keahlian, rendahnya serapan lulusan di sebagian SMK, pelaksanaan PKL yang belum sepenuhnya sesuai kompetensi, keterbatasan sarana praktik, hingga rendahnya partisipasi industri dalam pengembangan pembelajaran. Selain itu, penguatan budaya disiplin, karakter peserta didik, dan akurasi data pendidikan juga menjadi fokus pembenahan.
Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Cabang Dinas Wilayah III bersama kepala SMK sepakat menjalankan sejumlah langkah strategis. Di antaranya monitoring dan evaluasi sekolah binaan secara berkala, pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka, penguatan kemitraan dengan DUDI, peningkatan kinerja BKK, serta pendampingan akreditasi dan asesmen sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Cabang Dinas berharap melalui sinergi yang semakin kuat antara sekolah, pengawas, dan dunia industri, SMK di Provinsi Riau dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan daya saing tinggi.
Pertemuan ditutup dengan ajakan bersama untuk terus membangun pendidikan vokasi yang relevan sesuai kebutuhan daerah.
_”Pergi ke Dumai membeli rotan,
Rotan dibawa ke Kota Siak.
Mari bersinergi membangun Pendidikan,
Agar SMK Riau semakin maju dan berdaya saing.”_ acara ditutup dengan foto bersama. (Rls)
