KAMPAR (HALUANPOS.COM)-– Guna mendorong kemandirian ekonomi serta efisiensi usaha perikanan masyarakat, tim akademisi dari Universitas Riau (Unri) menggelar program pengabdian masyarakat skema Penugasan di desa Binaan pada Rabu dan Kamis (16–17 September 2026) di Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Program ini berfokus pada pelatihan dan pendampingan pembuatan pakan mandiri berbasis bahan baku lokal bagi para pembudidaya ikan air tawar.

Langkah nyata ini merupakan wujud komitmen Unri untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan solusi berbasis riset atas persoalan riil yang dihadapi peternak ikan nila, lele, dan patin di sepanjang aliran Sungai Kampar. Selama ini, tingginya harga pelet komersial pabrikan menyedot 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi, yang mengakibatkan margin keuntungan peternak menjadi sangat tipis.

MENARIK DIBACA:  OTT Mengguncang Riau: Gubernur Abdul Wahid Dibekuk KPK, Ini Dugaan Kasusnya

Ketua Tim Pengabdi Unri, Dr. Nur Asiah, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa ketergantungan pada pakan pabrikan membuat keberlangsungan usaha warga sangat rentan terhadap fluktuasi harga pasar.

“Padahal, lingkungan sekitar Desa Empat Balai kaya akan potensi bahan baku lokal berprotein tinggi seperti dedak padi, ampas tahu, keong mas, azolla, hingga larva maggot BSF. Bahan-bahan ini sangat potensial diolah menjadi pakan berkualitas tinggi dengan biaya yang jauh lebih terjangkau,” terang Nur Asiah.

Inisiatif akademisi Unri tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Desa Empat Balai. Kepala Desa Empat Balai, Abdi Syukri, S.T., mengapresiasi tinggi kepedulian tim pengabdi yang turun langsung mendampingi warganya.

“Program ini menjawab langsung keluhan utama pembudidaya ikan di desa kami soal mahalnya pakan pabrikan. Kami dari pemerintah desa mendukung penuh kegiatan dari Unri ini. Harapan kami, keterampilan yang didapat selama dua hari pelatihan bisa diterapkan secara konsisten sehingga biaya operasional terpangkas dan kesejahteraan peternak ikan meningkat,” ujar Abdi Syukri.

MENARIK DIBACA:  Forum Zakat Riau Adakan Seminar Nasional Dan Musyawarah Luar Biasa

Selama dua hari kegiatan, para pembudidaya dibekali pelatihan komprehensif yang mencakup lima pilar utama: penyusunan formulasi nutrisi pakan, pengoperasian mesin pencetak pelet tepat guna, manajemen pencatatan biaya dan efisiensi pakan (Feed Conversion Ratio), penguatan legalitas Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), serta pendampingan praktik langsung secara berkelanjutan.

Program pemberdayaan terpadu ini sukses terlaksana berkat kolaborasi erat tim pakar lintas disiplin ilmu dari Universitas Riau. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Nur Asiah, S.Pi., M.Si. selaku ketua tim, dengan beranggotakan Prof. Dr. Zahtamal, S.K.M., M.Kes., Chairul, S.T., M.T., Dr. Evi Deliana HZ, S.H., LL.M., Sukamarriko Andrikasmi, S.H., M.H., Prof. Dr. Nazaruddin, S.T., M.T., dan Dr. Erwin, S.Kp., M.Kep.

MENARIK DIBACA:  Gelar Halal bi Halal BM PAN Pekanbaru Rekrut Kader Baru

Melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ini, para pembudidaya di Desa Empat Balai diharapkan tidak hanya mampu memangkas biaya produksi secara signifikan, tetapi juga tumbuh menjadi sentra perikanan yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan. Langkah ini mempertegas peran strategis Unri sebagai perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi kemajuan perekonomian masyarakat. (Rilis)

By admin