Datuk Sati Diraja Beri Syarahan Adat Bagi Anak Kemenakan

0
555

Pelalawan(Haluanpos com)-Datuk Sati Diraja, Dr H Griven H Putera MAg  laksanakan syarahan adat budaya di balai adat Batin Sibokol-Bokol Desa Rantaubaru, Sabtu malam Ahad (22/06/2024). Kegiatan yang diperuntukkan bagi masyarakat adat atau anak kemenakan Datuk Sati Diraja ini, selain diikuti anak kemenakan dan para ketiapan Batin Sibokol-Bokol juga dihadiri Kepala Desa dan Sekretaris Desa Rantaubaru beserta perangkatnya.

Selain dilakukan syarahan adat, pada kegiatan ini juga dilaksanakan pembagian bantuan hasil lelang suak-sungai dalam wilayat Batin Sibokol-Bokol tahun 2024 kepada beberapa anak kemenakan penerimanya, seperti pengurus masjid, musholla, anak yatim, panitia khalwat, panitia ziarah kubra, remaja masjid, dan lain-lain.

Dalam syarahan perdananya ini, Datuk Sati Diraja/ Batin Sibokol-Bokol menyampaikan tentang pentingnya hidup beradat. “Kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah. Biar mati anak, jangan mati adat. Mati anak luka sekampung, mati adat luka senegeri,” demikian Datuk Sati Diraja memulai syarahannya.

MENARIK DIBACA:  Ketua LSM Monitor  dan Forum LSM Riau Bersatu Dukung Putusan yang di keluarkan MA terkait Kasus Eksekusi Lahan di Desa Gondai

“Cinta terbesar manusia kepada makhluk dalam hidupnya adalah kepada anaknya. Sehingga ujian Nabi Ibrahim as adalah menyembelih anaknya. Ternyata menurut kata mutiara Melayu di atas, mati atau kehilangan adat lebih besar luka, pilu dan deritanya bila dibandingkan dengan kehilangan anak. Ini menunjukkan betapa besarnya peran adat bagi kehidupan manusia. Manusia yang tidak mengenal dan menata hidupnya dengan adat bagaikan mayat. Andaipun jasadnya masih hidup tapi ruhnya sudah mati. Kalau begitu, ia hanyalah bangkai berjalan. Kalau itu yang terjadi maka tidak mustahil akan terjadi kekacauan di mana-mana. Negeri seolah tak bertuan. Orang bisa berbuat semaunya karena tidak diatur dengan nilai-nilai moral dan etika. Dalam rangka pengaturan cara hidup yang baik dan bermarwah itulah adat terus eksis dalam kehidupan manusia,” ungkap sastrawan-budayawan Riau ini di hadapan anak kemenakannya yang memadati balai adat Batin Sibokol-Bokol Desa Rantaubaru.

MENARIK DIBACA:  Laksanakan Kongres VII, Putra Daerah Pangkalan Kerinci Nahkodai IPM-PB Periode 2023-2025

Oleh karena ini merupakan edisi perdana, maka ini seperti kuliah umum, atau membahas hal-hal mendasar yang bersifat umum saja, ungkap Dr Griven. “Yang kita bahas malam ini hanya seperti pengertian adat istiadat, manfaat adat bagi kehidupan, pembagian adat dalam masyarakat Melayu, hukum yang berlaku dalam masyarakat adat, hak dan kewajiban para pemuka adat, hak dan kewajiban para anak kemenakan, korelasi adat dan agama, dan ini hanya sepintas,” ungkapnya. “Pada pertemuan berikutnya baru bersifat khusus dan menjurus pada tema tertentu,” lanjutnya.

Menurut Datuk Sati Diraja, Dr Griven, bahwa kegiatan ini merupakan agenda kegiatan rutin yang dilakukan sekali dalam dua bulan atau dwi bulanan.

“Ini merupakan salah satu agenda kegiatan kita dwi bulanan. Selain kegiatan ini, da;am waktu dekat akan dilakukan juga kunjungan muhibbah ke masyarakat adat lainnya, baik yang berada di Provinsi Riau maupun di luar provinsi Riau. Di samping itu juga dilakukan kegiatan adat tahunan seperti lelang suak sungai, dan kegiatan adat budaya lainnya,” ungkap Dr Griven.

MENARIK DIBACA:  Bupati H.M. Harris Ajak Masyarakat Suksekan 7 Program Unggulan Kabupaten Pelalawan

Kepala Desa Rantaubaru, Nurzikri Anton berterima kasih kepada pemuka adat Desa Rantaubaru yang telah melakukan kegiatan yang amat berguna ini. Selain itu ia menyampaikan bahwa desa Rantaubaru telah ditetapkan pemerintah kabupaten Pelalawan sebagai desa percontohan dalam bidang adat budaya.

Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Basyariah menyebutkan bahwa kegiatan ini penting dilakukan agar anak kemenakan mendapat penambahan pengetahuan tentang adat istiadat. Selain itu, M Nazir dengan nada dan ungkapan yang hampir sama juga merasa senang dan bahagia dengan kegiatan ini.

Sebagai pembuka acara, kegiatan penting ini diawali dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Qori Ust Wahirdi, SPdI yang merupakan salah seorang majelis hakim pada MTQ Tingkat Provinsi Riau.(Rls/YS)