Forum Jurnalis Melayu Riau Direstui oleh Tokoh dan Ketua LAM Riau

0
16

PEKANBARU (HPC) –Dengan terwujudnya Forum Jurnalis Melayu Riau (FJMR) mendapat restu dari tokoh masyarakat Riau dan ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

 

Ketua umum dewan pimpinan harian LAM Riau, Datuk Syahrir Abu Bakar mendukung terbentuknya FJMR baik secara kelembagaan maupun selaku tokoh Melayu Riau.

 

“Kami mendukung terbentuknya forum ini karena dapat memberi kontribusi pemikiran, gagasan untuk membangun negeri melayu,” ungkap Datuk Syahrir kepada media Rabu (8/11/2017).

 

Tokoh Masyarakat Riau yang juga Gubernur Riau ke 10 Datuk H Saleh Djasit sangat mengapresiasi terbentuknya FJMR ini.

 

“Forum FJMR ini sangat membantu perkembangan dunia melayu Riau kedepannya. Dengan adanya forum ini, anak kemenakan Melayu akan bisa memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi dalam pencapaian visi misi Riau 2020,” papar Datuk H Saleh Djasit selaku pengagas Visi Misi Riau 2020.

 

Datuk H Saleh Djasit menambahkan mari dukung jargon Riau the Homeland of Melayu dan tunjukan kita orang melayu bisa maju dan  menerima siapa saja tapi tetap berpegang Riau buminya Melayu.

 

Visi Riau 2020 secara eksplisit ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau No.36 tahun 2001 yakni, “Terwujudnya Provinsi Riau Sebagai Pusat Perekonomian Dan Kebudayaan Melayu Di Asia Tenggara Tahun 2020 Dalam Lingkungan Masyarakat Yang Agamis, Sejahtera Lahir Dan Bathin”.

 

Ketua FJMR, Yefrizal yang juga pimpinan Media Sigap Indonesia dan Mimbar Melayu ini mengajak semua insan pers melayu Riau bergabung.

 

“Mari saudara ku insan pers melayu Riau bergabung bersama FJMR  untuk membangun negeri kita negeri melayu ini,” kata Yefrizal yang di dampingi Sekretararis FJMR Bung Sarwan Kelana di kantor Lembaga Adat Melayu Riau, Rabu (8/11/2017).

 

Dijelaskan Yefrizal, melalui forum ini, kita akan selalu berdiskusi dengan insan pers, tokoh adat melayu, masyarakat marjinal, cendekiawan melayu untuk memberi masukan kepada lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif demi kemajuan negeri melayu.

 

Ditambahkan Yefrizal, filosofi pembangunan daerah Provinsi Riau mengacu kepada nilai-nilai luhur kebudayaan Melayu sebagai kawasan lintas budaya yang telah menjadi jati diri masyarakatnya sebagaimana terungkap dari ucapan Laksamana Hang Tuah, “Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi”.

 

Ditanya kapan dideklarasi FJMR, Yefrizal mengatakan secepatnya. “Insya Allah dalam tahun ini kita akan dideklarasikan,” jawab Yefrizal.

 

Untuk saat ini sudah ada 35 insan pers melayu yang telah tergabung dari 12 kabupaten dan kota di provinsi Riau. (rls)