Jurnalis Muda Aceh Kutuk Tindakan Aksi teror terhadap Wartawan MODUSACEH.CO di Aceh Timur

0
120

AcehTimur(HPC)-terkait terjadinya dugaan aksi teror terhadap wartawan MODUSACEH.CO Mahyuddin atau yang sering di sapa Pak Keuchik sangat disayangkan, hal itu membuat Para Jurnalis Muda Aceh (JMA) mengecam tindakan aksi teror tersebut.

“Jika memang aksi teror tersebut terjadi maka sangat kita sesalkan, sampai saat ini masih ada orang -orang yang tidak mengerti fungsi dan Tupoksi jurnalis dalam menjalankan tugas sebagai pengontrol sosial, dan jika semua pemberitaan yang menyangkut potret kemiskiman itu salah, maka dimana letak kepedulian kita sebagai Makat dan Telinga Masyarakat, sedangkan dalam agama saja kita di ajarkan untuk berani mengabarkan hal yang benar apalagi menyangkut kehidupan seseorang.”terang Ilham Zulfikar Ketua JMA. Kamis,8 Agustus 2019.

MENARIK DIBACA:  Gubernur Andi Rachman Resmi Tutup MTQ Ke-47 Kab. Inhil

Selain itu ketua JMA turut mengutuk keras tindakan pengancaman dan teror terhadap Wartawan MODUSACEH.CO di Aceh Timur oleh Orang tak Dikenal (OTK), dan Mendesak wartawan itu untuk segera melaporkan kasus teror tersebut ke pihak berwajib.

“Kita sangat mengutuk keras tindakan OTK yang mengancam serta menerror jurnalist MODUSACEH.CO untuk Aceh Timur, tindakan aksi teror tersebut sangat mencoreng Aksi Keterbukaan dan Penyampaikan informasi publik, Hal itu di anggap sangat menghambat kenerja seorang jurnalist dalam menciptakan Karya jurnalistik di bidang sosial Maupun Potret Kemiskinan di Daerah daerah.” Tutup Ilham Zulfikar.

Menurut Mahyuddin wartawan MODUSACEH.CO menyampaikan Aksi teror tersebut terjadi Pasca pemberitaan terhadap Putri Dewi Nilaratih, seorang siswi yang dikabarkan sakit perut saat belajar, karena tidak makan. Rabu 7 /8/19.

MENARIK DIBACA:  Masyarakat Dusun Pusako & PNBR Tagih Janji Ke BOB Zamrud
Mahyuddin Wartawan MODUSACEH.CO

Dugaan Aksi teror yang dilakukan OTK tersebut berbunyi “Kamu tidak perlu tahu siapa saya, nanti juga akan tahu sendiri siapa saya. Saya salah seorang perangkat di kampung yang kau beritakan itu. Kamu tahukan peraturan di desa orang? Dan setidaknya kamu menghubungi dusun ataupun kepala desa dulu, jangan langsung membuat berita itu,” ancam OTK itu yang tidak mau menyebutkan namanya, Kamis (8/8/2019).

Tidak sampai di situ, penelpon itu juga mengaku telah mendapat teguran dari atasannya terkait berita itu.

“Kami malu dan masyarakat ada yang tidak terima. Apakah kau mau tanggung jawab bila nanti nama penerima bantuan itu kami coret. Jadi, lebih baik sekarang juga kamu jumpai saya biar tahu siapa saya dan saya pun sudah tidak sabar sekarang,” sebut si penelpon dengan menggunakan bahasa daerah.

MENARIK DIBACA:  Warga Desa Tandan Sari, Diamankan Polsek Tapung Hilir

Atas teror tersebut Mahyuddin mengaku merasa terancam dan gelisah. Menurutnya yang dia beritakan itu adalah realita seperti pengakuan Putri saat ditanyai gurunya di sekolah.

“Saya tersentuh walau tidak mampu berbuat banyak, apa yang saya beritakan spontan memang itu pengakuan Putri, sedangkan foto rumah dalam kondisi lapuk,” ujar mantan Keuchik ini.

Laporan (14M)