DUMAI (HALUANPOS.COM)-— Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, diwarnai berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya menjalankan program di bidang pendidikan, mahasiswa KKN juga bergerak dalam pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan keagamaan, edukasi generasi muda, pelayanan kelurahan hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berbagai program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan masyarakat, sekolah, kader PKK, pelaku UMKM, dan pemerintah Kelurahan Mundam.

Tanam 100 Bibit, Dorong Lingkungan Hijau dan Produktif

Salah satu program unggulan mahasiswa KKN adalah penanaman 100 bibit tanaman perkebunan yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026 di sejumlah titik di wilayah Kelurahan Mundam.

Sebanyak 100 bibit tersebut terdiri dari 25 bibit durian, 25 bibit alpukat, 25 bibit jengkol, dan 25 bibit kemiri.

Penanaman dilakukan bersama masyarakat melalui semangat gotong royong. Program ini tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi upaya mendorong pemanfaatan lahan agar lebih produktif dan memiliki potensi ekonomi dalam jangka panjang.

Harapannya, bibit yang telah ditanam dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga nantinya memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

Edukasi Generasi Muda melalui “Berani Jaga Diri”

MENARIK DIBACA:  Kejari Dumai 'Idaman' Publikasi Capaian Kinerja Sepanjang Tahun 2023

Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian penting dari program KKN.

Aqeela Shifa Ramadhani melaksanakan sosialisasi “Berani Jaga Diri” di SMPN 20 Mundam pada 10 Agustus 2026.

Para siswa diberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali batasan diri, menjaga pergaulan, berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang membuat mereka tidak nyaman, serta memahami langkah yang tepat ketika menghadapi situasi berisiko.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan komunikasi langsung dengan siswa.

Masih di SMPN 20 Mundam, Feby Kurnia Sari dan Awis Hidayatullah memberikan sosialisasi pendampingan pranikah kepada para siswa.

Materi diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan diri, memahami tanggung jawab, membangun pola pikir yang matang, serta merencanakan masa depan secara lebih baik.

PKK Mundam Dikenalkan Pemanfaatan Limbah

Sementara itu, Fahira Erdiva Putri melaksanakan sosialisasi kepada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Mundam pada 13 Agustus 2026.

Sosialisasi mengangkat dua topik, yakni pemanfaatan limbah puntung rokok sebagai bahan alternatif bioinsektisida serta pemanfaatan berbagai bagian tanaman nanas dengan konsep zero waste.

Kegiatan tersebut memperkenalkan gagasan pemanfaatan kembali bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah agar dapat memiliki nilai guna. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan dan pengurangan limbah.

Gerakan Literasi dan Numerasi Menyasar Siswa SD

MENARIK DIBACA:  Polres Dumai mendatangi Markas Komando TNI se-Kota Dumai memberikan kejutan dalam rangka Hari Ulang Tahun

Di bidang pendidikan dasar, Melsya Dwi Putri, Zahwa Maiyona, dan Hadis Aulia menjalankan program Gerakan Literasi dan Numerasi di SDN 004 Mundam.

Program tersebut bertujuan membantu meningkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, berhitung, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis siswa.

Ketiganya juga terlibat dalam pembuatan Pojok Baca di SDN 004 Mundam.

Keberadaan Pojok Baca diharapkan dapat menjadi ruang sederhana yang menyenangkan bagi siswa sekaligus mendorong tumbuhnya minat dan kebiasaan membaca sejak usia dini.

Edukasi Aman Menggunakan Listrik

Program lainnya dilaksanakan Syahrul Ilham melalui Sosialisasi Gerakan Aman Listrik di SMPN 20 Mundam.

Para siswa diberikan pemahaman mengenai penggunaan listrik secara aman serta berbagai potensi bahaya kelistrikan yang perlu diwaspadai dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa agar lebih berhati-hati ketika menggunakan peralatan listrik, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Turut Menguatkan Pendidikan Keagamaan

Pengabdian mahasiswa juga menyentuh bidang keagamaan.

Muhammad Abdillah secara rutin mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) setiap minggu.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an dan ilmu agama sekaligus membangun interaksi positif antara mahasiswa dan masyarakat.

Bantu Kelurahan dan Branding UMKM

Dalam bidang pelayanan pemerintahan, M. Nur Ramadhan membantu melakukan upgrading struktur Kelurahan Mundam.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk menata dan memperbarui informasi struktur organisasi kelurahan agar lebih jelas, tertata, dan mudah dipahami.

MENARIK DIBACA:  Ketua DPC Partai Gelora Dumai Barat M Haris Bentuk Pengurus Tingkat Ranting

Di sisi lain, Sofia Tambunan turut membantu branding UMKM di Kelurahan Mundam.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun identitas usaha yang lebih kuat, meningkatkan daya tarik produk, serta membuka peluang pengembangan usaha di tengah persaingan pasar.

Bukan Sekadar Program KKN

Beragam kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Suska Riau tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan bidang.

Mulai dari menanam pohon, mendampingi siswa, mengajar di TPA, memberikan edukasi keselamatan listrik, memberdayakan masyarakat, membantu pelayanan kelurahan hingga mendukung UMKM, seluruh kegiatan diarahkan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan setiap program. Semangat gotong royong diharapkan mampu membuat kegiatan yang telah dimulai mahasiswa dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sultan Syarif Kasim Riau berharap keberadaan mereka di Kelurahan Mundam tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga meninggalkan manfaat, pengetahuan, dan program yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.

KKN bukan sekadar datang dan melaksanakan program, tetapi bagaimana kehadiran mahasiswa mampu menjadi bagian dari solusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rilis)

By admin