CIAMIS (HALUANPOS.COM) -Sultan Indragiri, Tuanku Parameswara Arif, SH beserta Permaisuri Andi Rika Deslyna menghadiri acara penobatan Raja kerajaan Galuh (Pangistrenan Wawakil) yaitu prosesi adat pengukuhan Raden Rafiq Hakim Radinal sebagai Raja (Wawakil) Kerajaan Galuh. Acara ini diselenggarakan di Keraton Selagangga, Ciamis, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Penobatan ini dilaksanakan sebagai pelestarian budaya, menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan leluhur Tatar Galuh. Pesan Pemerintah saat prosesi yang dihadiri oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengajak masyarakat untuk merawat sejarah agar tidak sekedar menjadi cerita masa lalu.

Prosesi ini menjadi jembatan generasi, menghubungkan nilai luhur masa lalu dengan semangat kemajuan masa kini.

Selain Kesultanan Indragiri sejumlah kerajaan Nusantara hadir dalam prosesi budaya tersebut antara lain Brigjen Pol. (Purn.) Dr. H. Andi Achmad Aflus Mapparessa, M.M., M.Si. selaku Raja Turikale XVIII (Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara), Raja Blah Batu (Bali), Raja Kerajaan Tayan (Kalimantan), Raja Kerajaan Amarasi (Nusa Tenggara Timur), Pangeran Kesultanan Serdang, Putri Sultan Sumbawa, Sultan Kasepuhan Cirebon, Pangeran Kerajaan Ternate(Sekjen FSKN), Kerajaan (Kepaksian) Buay Bejalan Diway (Lampung), Raja Kerajaan Bungo Setangkai Suliki (Sumatra Barat), Gusti Putri Kerajaan Kanoman.

MENARIK DIBACA:  MILAD AR Learning Center Fokus Mencetak Kader

Rangkaian Pangistrenan dimulai dengan deklarasi. Penandatanganan dilakukan oleh sejumlah unsur yang terlibat, termasuk perwakilan kabuyutan, Bupati Ciamis, Dewan Kebudayaan, serta Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis.

Setelah deklarasi, Raden Rafiq menjalani prosesi meminta restu kepada keluarga. Ia melakukan sungkem kepada Ibunda sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan doa sebelum menerima amanah.

Prosesi kemudian berlanjut dengan penyiraman atau memberikan air yang berasal dari berbagai sumber keramat yang berada di wilayah Galuh Pangangauban. Wilayah Galuh Pangangauban dalam tradisi tersebut mencakup sejumlah kawasan, mulai dari Pangandaran, Banjar, Subang, Kawasen hingga Ciamis. Air dari berbagai tempat itu kemudian disatukan.

Setelah prosesi air selesai, pengukuhan dilanjutkan dengan simbol Tri Tangtu di Buana yang terdiri dari Ratu, Rama, dan Resi. Dalam prosesi tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya berperan sebagai Ratu, ia menyerahkan bendo yang menjadi simbol mahkota kepada Raden Rafiq.

MENARIK DIBACA:  Hari ini Kota Gudeg JOGJA Hujan Es

Sementara itu, Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana menyerahkan keris Galuh sebagai simbol pusaka turun-temurun. Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis Yat Rospia Brata kemudian menyerahkan pataka sebagai simbol Harsa Karsa.

Rangkaian simbol tersebut menjadi penanda bahwa Raden Rafiq resmi menerima amanah sebagai Raja (Wawakil) Kerajaan Galuh. (Rls)

By admin