PEKANBARU (HALUANPOS.COM)– Jambore BKPRMI Riau 2026 resmi dibuka di Kompleks Masjid Al Husna, Kota Pekanbaru, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang pembinaan pemuda dan remaja masjid, tetapi juga membawa gagasan untuk memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Hadir saat itu anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat, mantan Gubernur Riau Syamsuar, Asisten Kesra Pemko Pekanbaru Syamsuir, para sponsor acara beserta pengurus BKPRMI dan Masjid Al Husna Kota Pekanbaru.

Anggota DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat mengatakan, BKPRMI perlu mengambil peran lebih luas dengan menjadi salah satu penggerak ekonomi umat. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi syariah.

MENARIK DIBACA:  Menjadi Motivator, T Azwendi Fajri Berharap Masyarakat Inovatif Dalam Menangkap Peluang Usaha yang Ada di Tengah Pandemi

“Setiap pengurus harus mendapatkan kesempatan untuk meng-upgrade dirinya, meng-upgrade akliahnya, akalnya, meng-upgrade rohaninya, dan meng-upgrade fisiknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain meningkatkan kapasitas pengurus, organisasi juga harus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Karena itu, program BKPRMI perlu diarahkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satu gagasan yang disampaikan Syahrul Aidi adalah pengembangan ekonomi syariah melalui pemanfaatan lahan yang belum produktif. BKPRMI, menurutnya, dapat mengambil posisi sebagai penghubung antara masyarakat yang memiliki lahan dengan masyarakat yang membutuhkan lahan untuk berusaha.

“Di sinilah letak posisi BKPRMI, kalau menurut saya ekonomi syariahnya, dengan menghubungkan antara orang kaya yang punya lahan dengan orang miskin yang membutuhkan lahan, dan akadkan mereka dengan akad syariah,” katanya.

MENARIK DIBACA:  Tengku Azwendi Fadjri, Pelantikan DPAC, DPRt dan DPARt Partai Demokrat Menyatukan Tekat Menghadapi Pilpres dan Pemilu 2024

Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan melalui organisasi berbasis masjid.

Sementara itu, mantan Gubernur Riau Syamsuar mengapresiasi pelaksanaan Jambore BKPRMI Riau 2026. Ia menilai perhatian terhadap masjid perlu terus diperkuat dan kegiatan BKPRMI ke depan diharapkan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

“Concern kita bagaimana kita memperhatikan kepada masjid. Kita mengapresiasi. Kegiatan ke depan libatkan juga semua stake holder,” ujarnya.

Ketua DPW BKPRMI Riau Mohammad Hasbi menegaskan, agenda BKPRMI tidak hanya berkutat pada manajemen organisasi pemuda dan remaja masjid maupun kegiatan rutin lainnya.

Menurutnya, BKPRMI perlu memiliki program unggulan yang mampu memperkuat peran ekonomi syariah sebagai model dalam kehidupan bermuamalah.

MENARIK DIBACA:  Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru Kunjungi Warga Kampung Dalam

“Agenda BKPRMI bukan saja manajemen organisasi remaja masjid, dan sejenisnya itu sebagai rutinitas tapi juga punya program idola atau unggulan menguatkan peran keuangan syariah sebagai role model dalam muamalah. BKPRMI akan mengeksekusi Buya. Salah satunya adalah apa yang disampaikan oleh ustadz Dr. Syahrul Aidi Maazat,” katanya.

Dengan semangat tersebut, Jambore BKPRMI Riau 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsolidasi dan pembinaan generasi muda masjid, tetapi juga menjadi momentum memperluas kontribusi masjid dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat. Rilis

By admin