Menyambut Kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1444H, dan Memahami Peristiwa didalamnya

0
263
Penulis : Sarwan Kelana

ARTIKEL/ OPINI (HALUANPOS.COM)-Marhaban ya Ramadhan, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Mari kita bertanya kepada diri kita, apakah sudah ada perubahan menuju yang lebih baik? Jangan sampai puasa tahun ini sama dengan puasa yang telah lalu. Pertanyaan ini dapat kita jawab dari sudut pandang manapun yang kita mau, tapi yang jelas kita sendirilah yang bisa menjawabnya.

Saudaraku mari kita bertanya dan jujur kepada diri sendiri,adakah hari-hari yang telah lalu kita gunakan dengan sebanyak-banyaknya untuk beramal? saudaraku sekali lagi kita baca goresan yang singkat di bawah ini dengan khusuk dan penghayatan yang dalam,karena apa-apa yang telah di sampaikan oleh baginda Rasulullah semuanya baik bagi diri kita,begitulah sayang nya Rasul kepada Umatnya,oleh karena itu selayaknyalah kita mengerjakan dengan benar apa yang telah beliau perintahkan.

Sudah tidak terasa beberapa hari lagi kita masuk kedalam bulan yang penuh Barokah , bulan yang penuh Makfiroh, dan bulan yang penuh dengan Ampunan dari Allah SWT. Yakni Bulan Suci Ramadhan 1444H, Oleh karena itu selaku umat muslim ,mari kita sambut kedatangan bulan ini dengan penuh kegembiraan. Sebagai mana hadits di bawah ini:

“Diriwayatkan dari Urfujah, ia berkata : Aku berada di tempat ‘Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia diam. ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (Riwayat Ahmad dan Nasai )

Tatkala Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, berhijrah ke Madinah dan Madinah menjadi Negara Islam, maka turunlah aturan syariat secara berkelanjutan. Dalam ayat-ayat terdahulu mengandung hukum Qishash, Wasiat,dan Muraqabatullah, yang merupakan realisasi dari hal itu. Diatara yang paling agung dari kepemilikan takwa yang terdapat pada diri seorang mukmin adalah Shaum (puasa). Oleh karena itu Allah SWT ,menurunkan kewajiban shaum pada tahun kedua Hijriyah,dia memanggil mereka dengan atas nama Iman: “Hai orang-orang yang beriman,di wajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana yang telah di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu aga kamu bertaqwa”QS Al-Baqoroh:183 (Tafsir Al-Aisar,Halaman 284)
Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mu`minin yang berpuasa di bulan ini maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. (Sahabat-sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian”. Rasulullah meneruskan 🙂 Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

MENARIK DIBACA:  Mendorong Sagu Meranti Sebagai Komoditas Pangan Nasional

Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini ia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardlu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardlu di bulan yang lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam al Quran pada bulan-bulan yang lain.

Khatam Al-Qur`an merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT.
Ibnu Abbas ra berkata bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur`an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai, ia mengulanginya lagi dari awal.”(HRTirmidzi).

Hikmah dan pelajaran pada bulan Ramadhan
Saudaraku ,Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul Mukminin karamallahu wajha berkata, “Aku berdiri dan berkata, ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi’ “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah
Saudaraku seIslam hadits telah menerangkan kepada kita semua bahwa begitu Mulyanya bulan Romadhan sehinga pintu Neraka di tutup dan pintu Surga di buka,bahkan setan-setan dibelenggu. Bahkan Maikat pun menyeru kepada orang yang selalu berbuat kebaikan,agar selalu mengerjakannya. Dan menyeru kepada orang-orang yang sering mengerjakan kejahatan agar dalam bulan ini dapat meningalkannya/berhenti dari kejahatan itu.
Di bulan Ramadhan Al Qur’an di turunkan. Dialah wahyu Allah yang menjadi petunjuk hidup manusia. Dialah mu’jizat yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah, hari Jum’at pagi, terjadi peperangan Badr al-Kubra. Sebuah perang besar terbuka yang pertama kalinya terjadi antara kaum Muslimin melawan kaum musyrik. Pertempuran terjadi di sebuah lembah di dekat kota Madinah, yaitu di Badr. Kekuatan kaum Muslimin waktu itu, sekitar 300 orang, setiap dua orang satu unta. Sedangkan kekuatan kaum kafir sekitar 1000 orang dengan perincian 700 orang naik unta dan lebih dari 100 orang adalah pasukan berkuda. Berarti satu orang Muslim harus menghadapi 3 lawan. Pertempuran dimenangkan oleh kaum Muslimin dengan gilang-gemilang.

MENARIK DIBACA:  Hikmah Peringatan Nuzulul Qur'an 1444H

Tanggal 18 Ramadhan tahun ke-8 Hijrah Rasulullah bersama 12 000 kaum Muslimin bertolak dari Madinah menuju Makkah untuk membebaskan Makkah. Peristiwa bebasnya kota Makkah terkenal dengan sebutan Futuh Makkah. Pembukaan kota Makkah menandai sebuah era baru di dalam Islam, setelah sebelumnya kaum Muslimin selalu disiksa, ditindas, bahkan terakhir dikepung oleh pasukan Ahzab (sekutu) selama berminggu-minggu di Madinah. Era baru yang dibangkitkan oleh Rasulullah dengan perang Ahzab dengan sabdanya,”Kaum Quraisy tidak akan berani mendatangi (menyerang) kamu sesudah tahun ini, telah lenyap musnah kekuatan mereka, dan mereka tidak akan memerangi kita sesudah hari ini, dan sekarang giliran kita akan memerangi mereka, Insya Allah.”

Bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijrah, kaum Muslimin di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad membuka Andalusia(Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia. Thariq bin Ziyad menyeberangi selat antara Afrika dan Eropah atas perintah Musa bin Nushair penguasa Islam kala itu. Ketika pasukan Islam sudah sampai di seberang, diperintahkannya agar kapal-kapal perang Islam dibakar. Kemudian ia berpidato didepan pasukannya :„Musuh di depan kalian. Apabila kalian mundur, maka lautan dibelakang kalian..” Agaknya langkah yang beliau ambil dalam membangkitkan semangat kaum muslimin sangat tepat. Tidak ada lagi jalan untuk mundur. Yang ada hanyalah berjuang sekuat tenaga dan mengharap pertolongan Allah. Berturut-turut kota demi kota jatuh ke tangan kaum Muslimin. Akhirnya pada bulan Ramadhan jatuhlah Andalusia ke tangan kaum Muslimin. Sejarah mencatat bahwa di kemudian hari Andalusia menjadi pusat ilmu pengetahuan dan menjadi mercu peradaban manusia di zamannya. Kemajuan teknologi yang diperoleh orang-orang Eropah zaman sekarang hanyalah merupakan perpanjangan teknologi umat Islam masa silam.

MENARIK DIBACA:  OPTIMALISASI ZAKAT DALAM MEMBERANTAS KEMISKINAN

Futuh bilaad Al-Ghaal (dibukanya daerah „Ghaal” atau dalam bahasa Perancis pays des Gualles). Jatuhnya daerah Ghaal yang sekarang letaknya di Perancis juga terjadi di bulan Ramadhan. Peristiwa ini terjadi di zaman Islam di Andalusia.
Ma’rakah ‘Ainu Jaaluut (perang ‘ainu jaaluut). Peperangan ini terjadi dengan latar belakang jatuhnya Daulah Abbasiyyah. Kala itu pasukan Tartar (Mongol) yang ganas mengirim ekspedisi ke arah barat. Ketika sampai di daerah kekhalifahan Abbasiyyah terjadilah pengacauan-pengacauan sampai akhirnya mereka bergerak menuju Baghdad. Baghdad yang kala itu merupakan pusat intelek berhasil mereka hancurkan. Khalifah beserta segenap keluarganya mereka bunuh. Buku-buku perpustakaan di Baghdad mereka tenggelamkan di Sungai Tigris untuk membuat jembatan penyeberangan. Dalam sejarah digambarkan betapa air sungai Tigris kala itu berwarna kehitam-hitaman karena terlalu banyaknya tinta yang larut. Demikianlah akhir dari sebuah peradaban modern Islam di Baghdad. Pasukan Mongol terus bergerak ke barat menuju Syams (sekarang meliputi Syria, Palestina, Yordania, Libanon). Umat Islam tidaklah tinggal diam membiarkan orang-orang kafir merobek-robek kemuliaan umat. Penguasa Mesir kala itu Sa ifuddin Quths menggerakkan pasukan Islam menuju Syams untuk menghalang orang-orang Mongol. Seorang tokoh penting yang sangat berpengaruh membentuk kepribadian Quths adalah seorang ulama yang bernama Al-‘Izz bin ‘abdis Salaam. Beliaulah yang mentarbiyyah (membina) Saifuddin Quths menjadi seorang berkepribadian islami. Dua buah pasukan besar tersebut akhirnya bertemu di sebuah tempat yang bernama ‘Ainul Jaaluut (letaknya di Palestina). Sejarah akhirnya mencatat bahwa di’ainul Jaaluut-lah akhirnya ekspansi pasukan Tartar dipatahkan oleh kaum Muslimin.

Aplikasi dalam kehidupan dari nilai yang ada di bulan Ramadhan
Sebelum masuk Ramadhan 1444H, mari kita buka hati lapang-lapang untuk memaafkan kesalahan orang-orang yang ada pada diri kita,jadilah kita orang yang pemaaf. kita bersemangat untuk mengerjakan amal pasti kita akan mencari untuk mengerjakan kebaikan itu. tidak ada kata terlambat bagi kita untuk mengerjakan kebaikan –kebaikan tersebut karna Romadhan masih panjang,mari kita gunakan sisa Romadhan berikutnya menjadi yang lebih baik dari Romadhan yang telah lewat, Semoga Ramadhan tahun ini Menjadikan Kita semua Orang yang Bertakwa.*

Penulis : Sarwan Kelana, Ketua MPD ICMI MUDA Kota Pekanbaru dan Ketua Bidang Keagamaan PWi Kota Pekanbaru