Satu desa di Bengkalis Akan Diijadikan Plan Project Pengelolaan Air

0
42

BENGKALIS(HPC) – Utusan Bank Dunia (World Bank) minta kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk menyiapkan satu desa yang bakal dijadikan Plan Project Pengelolaan Air.

Pemerintaan itu disampaikan Water and Sanitation Specialist Global Practice Alizar Anwar saat mengunjungi Kabupaten Bengkalis, Selasa 26 Februari 2019.

Ibarat gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis langsung merespon positif bahkan bukan hanya satu desa, tapi langsung menyodorkan 3 desa dari kecamatan berbeda dengan kondisi air yang berbeda.

“Ini merupakan sebuah peluang, makanya kita langsung menawarkan tiga desa yang bakal dijadikan Plan Projet pengolahan air,” Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Hadi Prasetiyo, melalui layanan WhatsApp, Jumat pagi 1 Maret 2019.

Sebagaimana diketahui, Selasa 26 Februari 2019, utusan Bank Dunia, melakukan Pertemuan ini dihadiri tim Bappeda Propinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis, PPK Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (PIP) Kabupaten Bengkalis, TA ROMS 4 Riau bidang Water Supply dan Sanitation dan Local Government, ROMS 4 Kabupaten Bengkalis beserta Senior Fasilitator, dan PDAM Kabupaten Bengkalis.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Kadis PUPR diwakili Sekretaris Tomi Nanda, pihak Bank Dunia menyatakan siap memberikan bantuan teknis dan advise secara detail dan berkala melalui pedoman teknis tentang instalasi pengolahan air yang sesuai dengan kondisi masing-masing desa. Namun, untuk pendanaan dan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan sistemnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah.

Salah satu utusan World Bank, Risyana Sukarma, pada pertemuan itu, memaparkan tentang cara pengolahan air gambut, payau dan mengandung Fe tinggi dengan mekanisme yang lebih sederhana dan berbiaya relatif rendah dan bisa terjangkau oleh masyarakat dibandingkan dengan sistem yang sudah dikenal lama seperti Reverse Osmosis (RO).

“Hal ini sudah dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Barito Kuala Propinsi Kalimantan Selatan, dan dinilai berhasil untuk meningkatkan kualitas air menjadi jauh lebih baik,” ungkapnya. (rls /oji)