PEKANBARU(Haluanpos.com)-
Tingginya angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Pekanbaru hingga mencapai
534 kasus, hal ini menjadi perhatian serius oleh anggota DPRD kota Pekanbaru, Abu Bakar yang juga menjabat sekretaris komisi III DPRD kota Pekanbaru.
Dengan tingginya penderita DBD di kota Pekanbaru hingga mencapai 534 kasus, maka persoalan ini menjadi perhatian serius oleh Diskes kota Pekanbaru untuk menekan bagaimana penderita DBD semakin turun. Maka dari itu perlu kerja keras Diskes Pekanbaru untuk rutin melakukan sosialisasi dan informasi terutama bagaimana memberikan informasi pencegaan terhadap bahaya akan DBD kepada masyarakat,” ujar Abu Bakar.Selasa(18/8/26)
Tentunya dalam melaksanakan sosialisasi tersebut perlu melibatkan pihak-pihak yang bisa memberikan informasi seperti pihak Puskesmas, kader Posyandu hingga sampai ke RW/RT terutama bagaimana mengerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air minimal sekali seminggu, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti,” ungkap Abu Bakar
Selain itu, kepada pihak Camat dan Lurah untuk terus mengajak masyarakat melakukan gotong royong bersama-sama dengan masyarakat untuk membersihkan lingkungan. Paling tidak dengan membersihkan lingkungan bisa mencegah akan bahaya penyakit DBD.
Berdasarkan data Dinkes Pekanbaru, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yakni 86 kasus. Hanya berselisih satu kasus, Kecamatan Marpoyan Damai berada di posisi kedua dengan 85 kasus.
Selanjutnya, Kecamatan Bukit Raya mencatat 66 kasus. Kecamatan Binawidya dan Tenayan Raya masing-masing mencatat 44 kasus.
Kasus lainnya tersebar di Kecamatan Payung Sekaki sebanyak 39 kasus, Rumbai 33 kasus, dan Rumbai Timur 32 kasus. Kemudian Limapuluh mencatat 31 kasus, Kulim 28 kasus, serta Sail dan Rumbai Barat masing-masing 11 kasus. Untuk Senapelan dan Sukajadi masing-masing mencatat 10 kasus, sedangkan Kecamatan Pekanbaru Kota menjadi wilayah dengan jumlah kasus paling rendah, yakni empat kasus.(YS)
