PEKANBARU(Haluanpos.com)-
Pergelaran karya tari inovatif dengan Judul “Menongkah Menyongsong Arus” yang dibawakan oleh seniman tari Iwan Irawan Permadi pada Senin malam, 14 September di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin Bandar Seni Raja Ali Haji kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari penonton.
Usai penampilan yang hampir memakan waktu 1 jam tersebut, akhirnya karya tari Inovatif Menongkah Menyosong Arus dilakukan bedah karya yang dihadiri beberapa nara sumber yang juga menyaksikan pergelaran tari Inovatif Menongkah Menyosong Arus.
Dengan dipandu oleh Wan Harun Ismail, M.Sn selaku moderator, acara bedah karya tampak berjalan dengan mengupas beberapa pandangan dari hasil pergelaran.
Iwan Irawan Permadi, selaku koreografer mengatakan bahwa dengan Menongkah Menyosong Arus adalah arus melawan birokrasi terutama dalam berkesenian. Selain itu, saya memiliki tanggung jawab sebagai orang yang tinggal di negeri Melayu juga harus menjaga alam di Riau sampai kemasa depan.
Sementara itu, Allen Trendy menambahkan, kita melihat ada kegelisahan Iwan Irawan soal alam yang juga diisi dengan zapin dengan gerakan menongkah. Dalam tarian ini, mengambarkan suasana alam masyarakat Melayu yang berada di sungai Siak dengan mengunakan alat tranportasi seperti sampan. Disamping itu, gerakan menongkah dalam tarian Iwan Irawan Permadi, merupakan suatu tradisi tarian tari zapin di Siak yang bersentuhan dengan suasana alam.
Sementara itu, Muslim .S,Kar.M.Sn memiliki pandangan bahwa Inti garapan ini adalah menyongsong arus, namun saya belum melihat persoalan yang menyongsong, artinya klimaks belum muncul terutama pada akhir tarian. Tafsiran melawan arus tentunya adanya tantangan, apakah kepasrahan atau perlawanan. Untuk tarian, Iwan Irawan sah-sah saja dalam menetapkan gerakan inovatif dalam tariannya,” kupas Muslim
Sementara itu, Jefrizal, S.Hum, M.Sn menafsirkan bahwa saya tidak tersesat, menongkah menyosong arus, menurut kami dalam pandangan sastra belum sampai pada titik perlawanan, sebab tarian ini baru menyosong. Artinya mengikuti liuk bentuk arus. Dengan tarian gerakan tarian zapin, saya lihat Iwan Irawan Permadi mengolah bentuk tarian serta mengolah nilai dan konteks yang bukan saja masalah alam, tetapi juga melibatkan alam generasi genzet,” ungkap Jefri
Sedangkan Zalfandri Zainal, sebagai komposer musik menyatakan bahwa dirinya hanya mengisi musik kejenuhan untuk mengiringi tarian yang juga diisi perkusi marwas, musik suasana alam yang kita dibungkus menjadi satu.
Sedangkan Prof Dr Yusmar Yusuf menambahkan, kita lihat bahwa tarian inovatif menongkah menyosong arus yang dibawakan oleh Iwan Irawan Permadi, ini suatu bentuk perlawanan. Ada banyak bentuk perlawanan yang sampaikan oleh Iwan dalam tarian menongkah menyosong arus tersebut,” ungkap Yusmar Yusuf
Menongkah dalam tarian ini, sosok Iwan Irawan Permadi juga mencari idiom-idiom kreatif dalam dunia akustis. Maka ini dikatakan sebuah pertunjukan kreatif yang luar biasa. Jadi Menongkah dikenal pada peristiwa surut saja. Jadi, menongkah itu ada dua versi, ada menongkah mengunakan lempengan papan saja untuk mengumpul biota-biota pantai, untuk versi Siak menongkah dikenal melawan arus,” ungkap Yusmar Yusuf
Diakhir bedah karya, beberapa para penonton juga memberikan pandangan dan apresiasi atas pertunjukan yang biasa oleh Iwan Irawan Permadi.(YS)
