PEKANBARU (HALUANPOS.COM)— Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Riau melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Ketua BAZNAS Provinsi Riau, Ustaz Haji Masriadi Hasan, di Kantor BAZNAS Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara BKPRMI Provinsi Riau dan BAZNAS Provinsi Riau, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Umum DPW BKPRMI Provinsi Riau, Rayan Pribadi, SH mewakili Ketua Umum, Muhammad Hasbi, SE, MM menyampaikan perhatian terhadap kondisi para pejuang dakwah dan penggerak kemakmuran masjid, di antaranya guru agama, guru mengaji, para dai, qari, takmir masjid, serta petugas kebersihan dan pemelihara rumah-rumah ibadah.
BKPRMI menilai kelompok-kelompok tersebut memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan dan kemakmuran masjid, namun sebagian di antaranya masih membutuhkan perhatian dan dukungan, termasuk melalui pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah sesuai dengan ketentuan syariat.
“BKPRMI melihat banyak pejuang dakwah, guru mengaji, takmir, qari, hingga para pembersih dan pemelihara rumah ibadah yang telah mengabdikan dirinya untuk umat. Mereka adalah bagian penting dari ekosistem dakwah dan kemakmuran masjid yang perlu mendapatkan perhatian bersama,”ujar Rayan..
Sebagai tindak lanjut, lanjut Rayan, BKPRMI Provinsi Riau dan BAZNAS Provinsi Riau menjajaki penyusunan nota kesepahaman (MoU) atau bentuk komitmen kerja sama lainnya. Dalam skema tersebut, BKPRMI diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator dalam mengidentifikasi, mengusulkan, mengawal, serta menyampaikan informasi mengenai calon penerima bantuan kepada BAZNAS.
Tentunya, proses tersebut tetap mengacu pada ketentuan syariat Islam dan ketentuan mengenai kelompok penerima zakat (asnaf) sebagaimana telah diatur dalam Al-Qur’an dan ketentuan yang berlaku.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tingkat provinsi. BKPRMI juga mendorong agar penjajakan serupa dapat dilakukan antara BAZNAS kabupaten/kota dengan BKPRMI kabupaten/kota di seluruh Provinsi Riau,” ujar mantan Sekretaris Karang Taruna Provinsi Riau
Dengan jaringan BKPRMI yang bersentuhan langsung dengan pemuda, remaja masjid dan pengurus masjid di berbagai daerah, sinergi tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat kerja-kerja BAZNAS sekaligus memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan zakat.
Selain itu, BKPRMI Provinsi Riau turut mendorong penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS di masjid-masjid. BKPRMI siap terlibat aktif dalam memberikan edukasi kepada pengurus masjid agar memahami pentingnya pengelolaan zakat secara resmi, tertib, amanah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui sinergi tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat, infak dan sedekah yang profesional dan tepat sasaran.
BKPRMI Provinsi Riau berharap komunikasi dan silaturahmi dengan BAZNAS ini dapat menjadi langkah awal bagi terwujudnya kolaborasi yang konkret, terukur dan berkelanjutan, terutama dalam memberikan perhatian kepada para pejuang dakwah serta masyarakat yang berhak menerima manfaat zakat.
“Dari masjid, untuk umat. Menguatkan dakwah, memberdayakan umat, dan menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas.”tutup Rayan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Riau, Ustadz Masriadi Hasan, memberikan perhatian dan dukungan terhadap rencana kerja sama yang ditawarkan oleh BKPRMI Provinsi Riau.
Menurut Ustadz Masriadi, gagasan tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di internal komisioner BAZNAS Provinsi Riau. Ia membuka peluang untuk dilakukannya pertemuan lanjutan guna membahas bentuk sinergi yang dapat dibangun antara BAZNAS dan BKPRMI sebagai lembaga dakwah yang memiliki kepedulian terhadap kemakmuran masjid dan penguatan peran para pejuang dakwah di Provinsi Riau.
“Rencana ini akan kami diskusikan terlebih dahulu secara internal bersama para komisioner. Barangkali nanti akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas bagaimana sinergitas antara BAZNAS dengan BKPRMI dapat diwujudkan,” ujarnya.
Ia menilai BKPRMI memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan aktivitas kepemudaan, dakwah dan kemakmuran masjid di berbagai daerah.
Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada para pejuang dakwah, sekaligus memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan umat di Provinsi Riau. Rilis
