PEKANBARU (HALUANPOS.COM)— Asap karhutla belum sepenuhnya pergi dari langit Riau. Di tengah udara yang tak selalu ramah itu, ratusan paket sembako justru bergerak dari tangan ke tangan. Bukan pesta besar. Bukan pula perayaan dengan kemewahan.
Memperingati HUT ke-57, DPD IPK Riau memilih merayakannya dengan cara sederhana, berbagi kepada warga yang membutuhkan.
Sebanyak 500 paket sembako disiapkan untuk masyarakat dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Sidorukun, Gang Ilham, Arengka II, Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).
Bagi Ketua DPD IPK Riau, Kasten Harianja, ulang tahun organisasi bukan hanya tentang menghitung panjangnya usia. Ada masa lalu yang harus dikenang, tetapi ada pula masa depan yang harus diperjuangkan.
“Ini momentum mengenang masa lalu, namun juga momentum untuk menatap masa depan,” kata Kasten.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan tausiah singkat yang disampaikan Ustadz Sarwan Kelana, S.Ud., M.Pd., Ketua Umum DPD Ittihadul Muballighin Kota Pekanbaru.
Kasten mengatakan, kegiatan sengaja dibuat sederhana mengingat kondisi Riau yang sedang menghadapi persoalan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, di tengah kondisi tersebut, masih banyak masyarakat yang merasakan dampak langsung asap karhutla. “Kesusahan itu bagi mereka yang terpapar asap. Karena itu, kita ingin hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bagi IPK, kepedulian tak harus menunggu keadaan menjadi sempurna. Justru ketika banyak orang sedang kesusahan, di situlah solidaritas diuji.
Kepedulian tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua RW 02, Agus Rubiyanto. Ia mengaku terharu melihat masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dan membaur dalam kegiatan tersebut.
“Sangat terharu karena dalam kegiatan ini, semua agama dan suku membaur. Memang luar biasa IPK ini,” kata Agus.
Menurut Agus, keberadaan organisasi di tengah masyarakat akan semakin berarti apabila terus diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat.
Ia berharap IPK terus berbuat lebih baik dari sebelumnya dan tetap menjaga semangat kebersamaan yang selama ini dibangun.
“Semoga keberadaan IPK terus berbuat lebih baik dari sebelumnya, semoga IPK tetap jaya. Saya mendoakan sepenuh hati, semoga IPK terus jaya dan tentunya peringatan HUT IPK ini IPK berkarya,” ujarnya.
Kasten menegaskan, IPK ingin terus menjadi bagian dari masyarakat dengan menciptakan rasa nyaman dan tenteram. Ia bahkan meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan kader IPK yang melakukan tindakan yang meresahkan.
“Kalau ada kader IPK berbuat macam-macam, lapor kepada saya. Akan segera ditindak,” tegasnya.
Tak hanya urusan sosial, Kasten juga menegaskan komitmen IPK dalam memerangi narkoba. Menurutnya, narkoba merupakan musuh bersama karena mengancam generasi muda dan masa depan bangsa.
“IPK juga bagian panglima dalam memerangi narkoba ini, karena narkoba adalah musuh kita. Di usia 57 tahun IPK kita masih berkomitmen memerangi narkoba,” ucapnya.
Kasten berharap usia 57 tahun menjadi titik untuk semakin memperkuat kekompakan, solidaritas dan kebersamaan seluruh kader.
IPK, kata Kasten, harus mampu menunjukkan keberadaan melalui kerja yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
“IPK menunjukkan karya nyata, bukan karya kata yang tak ada apa-apanya,” ujarnya.
Di tengah asap yang menyelimuti sebagian langit Riau, 500 paket sembako itu menjadi pesan sederhana dari sebuah organisasi yang telah melewati perjalanan 57 tahun.
Sebab, perbedaan agama dan suku boleh menjadi warna, tetapi kepedulian membuat semua orang berdiri di sisi yang sama, sisi kemanusiaan.
Dan di usia 57 tahun, IPK ingin memastikan bahwa keberadaannya bukan sekadar tercatat dalam sejarah, tetapi terasa dalam kehidupan masyarakat. (Rilis)
