BUPATI DAN WARGA SALING ‘TEMBAK’ DI FESTIVAL CIAN CUI Hj. Sisilita Juliandi Rachman : Saya Sangat Terkesan, Tahun Depan Saya Datang Lagi

0
377
Kemeriahan Perang Air Di MEranti (Foto:hms)
Kemeriahan Perang Air Di MEranti (Foto:hms)
Kemeriahan Perang Air Di MEranti (Foto:hms)
Kemeriahan Perang Air Di MEranti (Foto:hms)

MERANTI (HPC)-Selasa Sore (31/1), Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bersama Ny. Sisilita Arsyadjuliandi Rachman habis ditembaki warga Tiong Hoa dan masyarakat Kabupaten Meranti, hebatnya lagi bukan hanya Bupati dan ibu Gubernur yang menjadi sasaran tembak warga, Kapolres dan Dandim pun ikut menjadi korban. Tapi jangan salah sangka, Bupati dan Forkopimda Meranti bukan ditembak dengan peluru sebenarnya melainkan dengan pistol air yang dimodifikasi sedemikan rupa sehingga mampu menyemprotkan air banyak dengan tekanan yang kuat.

Kegiatan ini dikenal dengan Perang Air atau Cian Cui, Perang Air merupakan Tradisi yang berkembang di Selatpanjang, Kabupaten Meranti sejak 50 tahun yang lalu dimana setiap orang tak padang tua, muda, lelaki, perempuan atau dari suku mana, bergembira melakukan perang-perangan air. Tradisi unik ini cukup langka dan hanya ada 2 didunia yakni di negara Thailand dan Selatpanjang, Kabupaten Meranti.

Selasa Sore, Festival Cian Cui ini resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si bersama Ny. Hj. Sisilita Juliandi Rachman didampingi Wabup. H. Said Hasyim dan Forkopimda Kabupaten Meranti. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati dan Ny. Hj. Sisilita disaksikan seluruh tamu yang hadir.

MENARIK DIBACA:  Sepak Takraw Pelajar Meranti Raih Juara I Pada Kejurda

Hanya selang beberapa detik setelah pembukaan, perang-perangan airpun dimulai, Bupati Beserta Forkopimda langsung ditembaki air oleh warga yang sudah menunggu moment itu. Tak mau ketinggalan Ny. Sisilita didampingi Hj. Nirwana Irwan dan Hj. Syamsiar Said Hayim beserta Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal, langsung menaiki becak motor untuk bergembira bersama warga, saling siram dan saling tembak disepanjang jalan protokol Selatpanjang tak dapat dihindari, meski basah kuyup namun kegembiraan tampak terpancar diwajah para tamu dari Provinsi Riau itu.

Bahkan dengan spontan menjawab akan kembali lagi untuk perang-perangan air tahun depan. “Saya sangat gembira dan terkesan sekali, acaranya sangat menarik, tahun depan saya akan bawa bapak (Gubernur Riau), untuk datang lagi kesini,” ujar Ny. Sisilita Juliandi Rachman.

MENARIK DIBACA:  Desa Melai Gelar Lomba Kesenian Sambut HUT RI ke 72

Selain bergembira dalam Festival Cian Cui ini tercibta toleransi yang luar biasa antara berbagai suku, agama yang ada si Kabupaten Meranti. “Semua merasa berbahagia, hidup berdampingan dengan damai, terima kasih atas tolerasi berbagai suku yang ada di Meranti,” ujar Tokoh Tiong Hoa Meranti, Darwin.

Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan, M.Si, meminta kepada seluruh masyarakat yang ikut merayakan imlek dan festival Cian Cui, untuk menjaga ketertiban dan keamanan. “Ini merupakan pesta rakyat mari bersama kita jaga ketertiban dan keamanan, semoga kegiatan ini berjalan aman dan lancat,” ucap Bupati seraya mengapresiasi kerja keras panitia yang telah mempersiapkan acara sedemikian rupa khususnya kepada Dinas Pariwisata Meranti dan Provinsi Riau.

Sementara Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal berjanji akan mendorong kegiatan fenomenal yang hanya ada 2 didunia itu untuk masuk dalam kalender wisata nasional, diharapkan kedepan akan banyak menarik wisatawan dalam dan luar negeri dan memberikan multyplier efek positif bagi masyarakat Selatpanjang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau.

MENARIK DIBACA:  Diduga Melakukan Pencemaran Nama Baik, Seorang Ibuk Bhayangkari Dilaporkan Kepihak Berwajib.

“Selain dapat meningkatkan ksejahteraan masyarakat kita juga harapkan dapat meningkatkan keakraban semua etnis dan suku yang ada di Kabupaten Meranti,” harap Fahmizal.

Sekedar informasi, berdasarkan keterangan ketua panitia Cian Cui, Yung Salis yang juga Manager Grand Meranti Hotel, jumlah wisatawan lokal dan internasional yang masuk ke Selatpanjang hingga saat ini mencapai 35 ribu orang, jumlah becak yang digunakan tiap hari mencapai 1000an. Diperkirakan dalam 6 hari pelaksanaan Cian Cui ini miliaran rupiah uang beredar di Sepatpajang dan memberikan dampak yang luar biasa bagi ekonomi masyarakat.

Diinformaaikan juga, acara pembukaan Cian Cui, turut dihadiri Dir Intel Polda Riau, Ketua DPRD, Kapolres, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga H. Ismail Arsyad, Kadis Perhubungan Meranti dan pejabat Eselon II lainya. (rls hms)