Bupati Labuhanbatu Hadiri Pelatihan Khotib Bersama FODIUM Labuhanbatu

0
36

Labuhanbatu-(HPC)-Demi menciptakan generasi muda yang paham tentang syariat Islam, dan target labuhanbatu sebagai daerah religi, FODIUM (Forum Da’i dan Ustadz Muda) Labuhanbatu menyelenggarakan pelatihan Khatib dan Imam diaula wisma atlit kelurahan Binaraga kecamatan Rantau Utara Sabtu (19/9/2020).

Acara Pelatihan tersebut di hadiri Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT, Kakankemenag Labuhanbatu Drs. H. Safiruddin, M.Pd, Sebagai pemateri juga hadir H. Mara Sakti Harahap, Lc, DIPL, dan Al-Ustadz H. Khairul Dalimunthe, S.Ag. Camat Rantau Utara Turing Ritonga dan para da’i muda labuhanbatu.

Mengawali pembukaan acara tersebut Ketua Panitia Ali Ahmad Rapi Tanjung, S.Pd.I.,M.Pd dalam sambutan mengatakan “program da’i dan ustadz muda adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas ummat dan melahirkan generasi muda yang lebih religi” sebutnya.

MENARIK DIBACA:  Peringati Hari Anti Narkoba, Ini Pesan Bupati Labuhanbatu

Dikesempatan itu, Ketum FODIUM Ustadz H Sarumpaet LC, menyampaikan “Dengan ikut sertanya 40 orang peserta ini kita ingin membantu pemerintah dalam pembinaan Da’i di Labuhanbatu, ketika Bupati masih Plt, Bupati sudah support kegiatan ini, saya berharap kedepan kita akan lebih mendapat dukungan penuh dari Bupati, ucap Sarumpaet.

“Lanjutnya, saya tidak ikut soal Pilkada ini, tapi siapa yang mendukung program keumatan saya akan perjuangkan, karena saya menjadi saksi, yang ini bukan cuma janji, tapi sudah terbukti banyak anak-anak kita di kirim belajar ke Mesir”tambah ustadz Sarumpaet.

Menyikapi seluruh tanggapan para ulama Labuhanbatu, Bupati berbagi pikiran kepada yang berhadir, menurutnya, dari jumlah masjid dilabuhanbatu yang berkisaran 520 buah, sedangkan penduduk Labuhanbatu berjumlah kurang lebih 510 ribu orang dan penduduk muslim sekitar 450 ribu orang tidak lah ideal.

MENARIK DIBACA:  Andi Suhaimi: " Jangan Tunda Waktu Untuk Berbuat Baik

“Seharusnya 2000 atau 3000 masjid berdiri untuk mencukupi kepentingan umat dan juga setiap masjid harus sertifikat supaya tidak adanya gugatan kedepannya. Kita juga sudah ada kerjasama dengan DMI untuk pengurusan sertifikat masjid dengan biaya gratis.

“Cita-cita saya adalah bagaimana Pemkab punya rumah Tahfiz untuk menciptakan para khatib dan da’i muda di tiap daerah. Saya juga ada kabar gembira, Asrama haji seluas 9 ha sekarang sudah punya Pemkab. Saya ingin menciptakan bahwa bupati adalah sebagai pelayan masyarakat bukan dilayani masyarakat”tutupnya(rls).