JAKARTA (HALUANPOS.COM)— Sekretaris Yayasan Habitat Rimba Tropis (YHRT) sekaligus Wakil ketua 1 Pemuda ICMI Provinsi Riau dan juga Wakil Bendahara Pusat Pada Muktamar VIII ICMI di Ambon, Maluku Desember 2026 mendatang. Liza Fitriani S. IKom, M. IKom, menjadi salah satu narasumber dalam ajang bergengsi Akbar 2026 China Indonesia International Economy E-Commerce Industry Expo yang berlangsung di Jakarta International Expo, 3-5 September 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Liza dipercaya mengisi sesi seminar pada 4 September 2026 dengan tema “Mendukung Program Presiden untuk Ketahanan Pangan Nasional Melalui Perhutanan Sosial”. Materinya menyoroti peran masyarakat, ormas, dan lembaga konservasi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya hutan berkelanjutan.

Dihadiri Menko Pangan dan Tokoh Nasional
Acara yang dibuka pada 3 September dan ditutup 5 September ini dihadiri langsung oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah pusat mendorong kolaborasi Indonesia-China di sektor ekonomi digital dan pangan.
Sejumlah narasumber nasional juga turut mengisi seminar, di antaranya: Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., MP– Wakil Menteri Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, S.Ip., M.Si, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Pangan, Prof. Dr. Eng. Tengku Abdullah Sani, M.Sc Wakil Ketua Umum MPP ICMI, Prof. Dr. Muhammad Ja’far Hafsa, IPU, Profesor UNM, Julianq Wahid, SE., M.Pd, Heru Muara Sodik, Dr. Suhaedi K. Samalo, MBA,Dr. Ambiya Sanjaya.

FGD ICMI – CCPIT Jadi Pembuka Kerjasama
Sebelum expo dimulai, ICMI dan CCPIT – China Council for the Promotion of International Trade menggelar Focus Group Discussion pada Ahad, 30 Agustus 2026 di ICMI Center. FGD tersebut bersama Jason XiongDirector of CCPIT CSC dari Tiongkok, membahas peluang kerjasama e-commerce, investasi, dan penguatan UMKM lintas negara.
Dorong Ekonomi Nasional Lewat Kolaborasi
Liza Fitriani menyampaikan, keikutsertaan ICMI dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan dan perhutanan sosial.
“Melalui perhutanan sosial, kita tidak hanya menjaga hutan, tapi juga memberdayakan masyarakat. Ini sejalan dengan program ketahanan pangan Presiden dan bisa menjadi jembatan kerjasama ekonomi Indonesia-China,” ujar Liza perempuan Asal Kabupaten Siak Provinsi Riau itu.
ICMI berharap forum seperti ini dapat membuka akses pasar baru bagi produk lokal, memperkuat rantai pasok pangan, dan memperluas jejaring ekonomi digital antara Indonesia dan China.
Dengan semangat kolaborasi dan kontribusi intelektual, ICMI menegaskan perannya sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada dakwah, tapi juga pada pembangunan ekonomi umat dan bangsa. (Rls)
