PEKANBARU(Haluanpos com)-
Acara Halal Bihalal Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia(PHRI) Provinsi Riau yang diisi dengan Sosialisasi dari Badan Pusat Statistik untuk menyampaikan tentang sensus ekonomi 2026 di hotel Angkasa Gaerden berjalan dengan sukses. Rabu(15/4)
Dalam acara tersebut, turut hadir ketua PHRI Provinsi Riau, Ir Nofrizal, MM dan jajaran pengurus ,Tekat Perbatas Setia Dewa selaku Kadis Pariwisata Provinsi Riau, MM, Kepala BPS, Dr Asep Riyadi, S.Si, MM, Dir PAMOBVIT Polda Riau, Kombes Pol.Suhermsn Zein, SH, MH, perwakilan pihak SMK di Riau, asosiasi pariwisata serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia.

Tekat Perbatas Setia Dewa selaku Kadis Pariwisata Provinsi Riau, memberikan apresiasi kepada PHRI Riau yang mengelar Halal Bihalal serta sosialisasi tentang sensus ekonomi. Tentunya saja acara ini menjadi ajang dalam meningkatkan silahturahmi serta meningkatkan kolaborasi dalam meningkatkan pariwisata di Provinsi Riau.
Kita dari Dinas Pariwisata Provinsi Riau tetap komit dalam meningkatkan pariwisata di Provinsi Riau, bahkan kita membuat sosialisasi pariwisata di Provinsi Riau dengan sistem digitalisasi yang nantinya bisa diketahui semua lapisan masyarakat, baik masyarakat lokal, nasional maupun internasional. Bahkan Dinas Pariwisata Provinsi Riau akan melibatkan hotel-hotel dalam rangka penayangan sosialisasi profil pariwisata di Provinsi Riau,” ungkap Tekad.

Ketua BPD PHRI Provinsi Riau, Ir Nofrizal, MM menyatakan, Kegiatan halal bihalal serta sosialisasi tentang sensus ekonomi adalah untuk memperkuat serta membangun semangat kolaborasi pelaku usaha perhotelan dan restoran dengan pemerintah dan aparat keamanan. Jadi bukan saja meningkatkan silahturahim saja, tetapi tetap berseenrgi dalam membangun pariwisata Riau. kita berharap kepada pelaku usaha restoran dan perhotelan dapat memahami pentingnya partisipasi sensus ekonomi ditahun 2026,” ungkap Nofrizal
Kepala BPS, Dr Asep Riyadi, S.Si, MM
Menyatakan, bahwa sensus ekonomi merupakan langkah strategis dan
berperan krusial mendukung transisi ekonomi Indonesia, khususnya menuju ekonomi hijau dan digital. Dengan mendata seluruh unit usaha, sensus ini memetakan kapasitas industri ramah lingkungan, ekonomi kreatif, dan sinkronisasi untuk kebijakan pembangunan yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Asep Riyadi.(YS)
