PEKANBARU (HALUANPOS.COM) -Viral di beberapa platform media sosial aksi penghadangan rombongan Ustadz Prof. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D dalam perjalanan safari dakwah di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7/) saat UAS baru keluar dari Bandara Melalan menuju Melak. Di pintu gerbang, sejumlah orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak menghadang iring-iringan kendaraan UAS.
Sebenarnya Sebelum kedatangan UAS, Forkopimda bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan telah menggelar rapat koordinasi. Dalam pertemuan itu, semua pihak sepakat dengan kehadiran UAS di Kutai Barat dengan agenda tabligh akbar memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di kawasan Islamic Center Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Melak dan menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning.
Menyikapi peristiwa ini Ketua PC. PERTI Kota Pekanbaru, Buya H. Irwan Suanto, Lc., M.Pd., M.M menyampaikan kecaman terhadap perilaku intoleran yang dipertontonkan oleh beberapa orang oknum ini.
”Kita sangat mengutuk perilaku intoleran yang dipertontonkan oleh oknum yang menghadang rombongan UAS dalam perjalan dakwahnya di Kutai Barat itu.” Tegas Buya Irwan.
Lebih lanjut di jelaskan Buya Irwan yang juga merupakan Ketua Umum Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Pekanbaru dan Ketua Dewan Pakar Ittihadul Muballighin Kota Pekanbaru ini. Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak TNI dan Polri yang sigap mengendalikan Situasi saat itu.
”Kita juga ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak TNI dan POLRI beserta relawan dan panitia yang dengan sigap mengendalikan situasi sehingga agenda dakwah UAS berjalan dengan lancar.” lanjut beliau. (Rilis)
