PEKANBARU(Haluanpos.com)-
Mewakili Sekdaprov Riau, Kadis Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Parbatas Setia Dewa, S.T., M.T secara resmi membuka acara kerjasama antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Riau dalam rangka Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu serta melakukan penandatangan Memorandum of Understanding(MoU) bersama pihak Cabang BTN Pekanbaru di hotel Mutiara kota Pekanbaru, Selasa(11/8/26)

Dalam acara tersebut, Ketua PHRI Riau, Ir Nofrizal, MM bersama Kepala Cabang BTN Pekanbaru, Endra Wijayanto secara bersama-sama melakukan penandatangan MoU yang disaksikan oleh Ketua DPD IHGMA Provinsi Riau, Dwi Sutrisno, Kepala Direktur Ditpamobvit Polda Riau, Kombes Pol. Suherman Zein, S.H., M.H, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau.

PHRI Riau Gelar MoU dengan pihak Bank BTN Pekanbaru yang Dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BTN Sumatera I, Vidy Aryo Fajar
PHRI Riau Gelar MoU dengan pihak Bank BTN Pekanbaru yang Dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BTN Sumatera I, Vidy Aryo Fajar

Usai MoU, juga dilakukan pemaparan serta diskusi dengan pemateri Kepala Direktur Ditpamobvit Polda Riau, Kombes Pol. Suherman Zein, S.H., M.H, terkait pentingan informasi Risk Assessment kepada semua tamu, baik dari pihak manajemen perhotelan di Riau juga pihak pemerintah kabupaten dan kota.

MENARIK DIBACA:  Sarwan Kelana dilantik Jadi Ketua LAM R Kel. Tuah Karya

Ketua panitia, Dwi Sutrisno menjelaskan, Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen dan sinergi antara BPD PHRI Riau dengan Direktorat Ditpramovit Polda Riau dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan sistem manajemen pengamanan pada sektor hotel dan restoran,” ungkap Dwi Sutrisno

Sementara itu Kepala Direktorat Ditpramovit Polda Riau, Kombes Pol. Suherman Zein, S.H., M.H menjelaskan, Dimana kegiatan kerjasama dengan PHRI Riau dalam rangka mengedepankan informasi dan Sosialisasi sistem Risk Assessment atau analisis resiko pada suatu kegiatan atau ivent yang akan dilaksanakan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah ataupun non pemerintah. Jadi, setiap kegiatan diperkukan analisis resiko yang selama ini sudah diatur didalam Kepres, Perkap dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi disahkan pada 9 Juni 2026 dan berlaku sejak 17 Juni 2026,” ungkap Suherman Zein.

MENARIK DIBACA:  Seminar Motivasi Sekaligus Penutupan Program intensif bimbingan belajar persiapan tes masuk Kedinasan

Sedangkan Tekad Parbatas Setia Dewa mewakili Sekdaprov Riau mengatakan, kami memberikan apresiasi kepada PHRI Riau yang telah mengelar kerjasama dengan Direktorat Ditpramovit Polda Riau khususnya dalam membangun dan meningkatkan rasa aman pada setiap ivent atau acara pariwisata serta memberikan rasa aman bagi wisatawan yang datang di Riau yang sekaligus meningkatkan pengamanan objek vital di Riau. Namun semua itu, juga perlu dukungan dari semua pihak,” ujar Tekad.

Ketua PHRI Riau, Ir Nofrizal, MM Berikan Kata Sambutan saat Acara di hotel Mutiara Kota Pekanbaru
Ketua PHRI Riau, Ir Nofrizal, MM Berikan Kata Sambutan saat Acara di hotel Mutiara Kota Pekanbaru

Sementara itu, Ketua PHRI Provinsi Riau, Ir Nofrizal, MM usai acara menjelaskan, Kerjasama Direktorat Ditpramovit Polda Riau terutama dalam rangka memberikan sosialisasi tentang manajemen analisis resiko tentunya kita sambut baik. Apalagi kita lihat di hotel-hotel begitu banyak kegiatan. Tetapi ada juga hotel yang sudah melakukan audit untuk persiapan untuk mengikuti tata cara pengamanan di hotel masing-masing guna mencegah resiko yang akan terjadi,” ungkap Nofrizal

MENARIK DIBACA:  Datuk Panglima PADAN Riau Sampaikan Pesan, Tahniah dan Sukses Atas Pelantikan Anggota DPRD Riau 2024-2029

Sedangkan penandatanganan MoU PHRI Riau dengan pihak Cabang BTN Pekanbaru adalah kepemilikan rumah terutama bagi karyawan hotel dan sekolah-sekolah pariwisata. Dan kita tekankan juga agar mereka mendapatkan fasilitas. Selain kepemilikan perumahan, ada juga fasilitas pembiayaan dengan kredit, sehingga dunia usaha dalam bidang pariwisata bisa terbantu,” ungkap Nofrizal.(YS)

By admin