berita_120720_800x600_DSCN6304Pekanbaru : Provinsi Riau memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang sangat luar biasa. Sumber daya energi yang sudah dikembangkan untuk kalangan terbatas tersebut bisa diolah dan dimanfaatkan untuk umum.
Hal itu dikatakan Kasubdit Investasi dan Kerjasama Bio Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ana Rufaida mengatakan, dari 14 project yang dilakukan EEP Indonesia di provinsi Riau, sudah banyak yang bisa diimplementasikan saat membuka workhsop Energy and Environment With Indonesia (EEP) Indonesia yang dilaksanakan Kementerian ESDM, EEP Indoensia dan Keduataan Besar Finlandia, Kamis (20/11/2104) di Pekanbaru.
“Seperti biogas di 15 desa pada pabrik tepung sagu, gasifikasi biomassa dua rektor menghasilkan gas bakar. Dan tungku biomassa efisiensi tinggi dimanfaatkan untuk enam desa,” ujarnya.
Dikatakan, dari 14 project yang dilakukan EEP Indonesia di Provinsi Riau, sudah banyak yang diimplementasikan, dan akan terus dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah ini.
Sementara itu Koordiantor Nasional EEP Indoensia, Nasrullah Salim, mengatakan bahwa kerjasama Kedutaan Besar Finlandia dengan kementerian ESDM sudah membiayai 20 project di Riau dan Kalimantan Tengah. Dananya lebih dari 4 juta euro.
“Khusus di Riau banyak ditemukan sumber energi terbarukan yang memiliki potensi untuk dikembangkan guna kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Disisi lain Kepala Bidang Listrik dan Konservasi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Riau, Amir Rizal saat membuka workshop mengapresiasi kegiatan EEP yang sudah berlangsung selama tiga tahun di Riau.
“Pemerintah mendorong penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” ujarnya.
Saat workshop dilakukan juga dirangkaikan dengan diskusi panel dengan presentasi hasil kajian dan evaluasi program dari EEP Indonesia Programme end Impact assesment and Review of The Best Bioenergy Practices dari Tim Konsultan dan pandangan dan pengalaman dalam implementasi proyek – proyek energi dan EEP Indonesia dengan menghadirkan perwakilan Bappeda Provinsi Riau, Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Siak, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Harapan Madani, PT Dyna Energi dan PT STC Indonesia sebagai nara sumber dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab.

(Sumber : http://www.rri.co.id/)