Singkirkan 76 Pemakalah dari 11 Negara, Anak Meranti ini Sabet Medali Emas di Korea Selatan

0
70

MERANTI (HALUANPOS.COM)- Bagus Duhan Irfandy namanya. Lahir 28 Agustus 2002 dari pasangan Muhammad Khumeri, S.Ag dan Kasianti. Anak bungsu dari tiga bersaudara.

Dia tidak lahir di Meranti, tapi di Kota Pekanbaru. Namun sejak sekolah dasar, ia bersama dua saudaranya sudah bersekolah di Meranti. Tepatnya di SD Negeri 10 Desa Maini Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Desa Maini adalah tanah kelahiran ayahnya, yang sekitar tahun 2010 harus pulang kampung untuk bersama-sama sejumlah warga merintis SMAN 2 Tebingtinggi Barat.

Bagus mulai menunjukkan ketertarikan belajar dan gemar mengikuti kompetisi sejak sekolah dasar. Olimpiade Sains Nasional (OSN) sudah menjadi langganannya hingga di SMPN 3 Desa Maini.

Bahkan waktu di kelas XI MIA SMAN 2 Tebingtinggi Barat, Bagus mewakili Provinsi Riau dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2019.

Saat itu produk inovasi kerupuk sagu rendang hasil kreasinya, berhasil menjuarai ajang apresiasi dan kompetisi ide bisnis kreatif bagi anak muda itu.

Tahun 2020, Bagus diterima jalur prestasi tanpa tes lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), di Jurusan Ilmu Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Riau.

Menyandang gelar mahasiswa semakin membakar semangat dalam dirinya. Semester 2 di bangku perkuliahan, Bagus mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan tahun 2021.

Bersama timnya, Bagus melakukan penerapan ilmu dan teknologi untuk alat pengering gula sagu di Desa Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur. Pada kompetisi itu, timnya mendapat medali perak atau peringkat kedua nasional.

Hasil dari kompetisi itu juga, mengantarkan Bagus untuk mengikuti International Alumni Convention and Inovation Exhibition 2021 di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).

“Tahun 2022 saya fokus dulu kuliah,” kata Bagus saat ditemui bersama ayahnya, Selasa (13/2/2024) di Selatpanjang, usai bersilaturahmi dengan Plt Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar.

Kehidupan kampus Bagus sehari-hari tidak hanya berkutik dengan buku dan laboratorium. Ia juga bergabung dalam organisasi kemahasiswaan. Dia tercatat sebagai pengurus di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), UKMI Darul Hijrah FT Unri, dan Universitas Riau Cendekia (URC).

MENARIK DIBACA:  Kapolres Andi Yul Pimpin Apel Perdana Pasca Cuti Bersama Idul Fitri

Selain itu, Bagus juga bergabung dalam Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) dan termasuk dalam mahasiswa yang melakukan penelitian di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) 2023-2024.

Sebagai anak yang besar di kabupaten penghasil sagu terbesar di Indonesia, membuat Bagus menaruh perhatian dengan tanaman pangan itu. Bahkan sejak sekolah, ia sudah mulai melek dengan permasalahan limbah sagu yang saat ini belum mampu dikelola dengan maksimal.

Berkat dari pengalaman, ilmu dan jejaring yang sudah terbangun sebelumnya, Bagus menjadi delegasi Unri untuk berangkat ke Jepang. Dia mempresentasikan pengolahan limbah ampas dan kulit sagu menjadi arang briket dalam Event Sago Symposium di Tokyo, Juli 2023 lalu.

Masih di tahun yang sama, Desember 2023, lelaki berkacamata ini kembali mengikuti International Academy Writing Competition (IAWC). Karya ilmiahnya yang bertema Pengembangan Bio Energi Ampas Sagu, berhasil merebut medali perunggu alias peringkat ketiga. Kompetisi itu sendiri diikuti peserta dari negara-negara Asean, termasuk Cina dan Taiwan.

Awal tahun 2024 ini suatu prestasi baru kembali ditoreh. Bagus menjadi satu-satunya dari Indonesia yang mengikuti International Creative Papers Conference (ICPC) and Olympic di Seoul, Korea Selatan.

Dia memaparkan makalah tentang Pemanfaatan Mikroba Lokal sebagai Penghasil Enzim Pengembangan Sago Base Natural Sweetener (SBNS). Dan, putra Kepulauan Meranti ini menyabet medali emas mengalahkan 76 pemakalah dari 11 negara.

Harapkan Dukungan dari Pemerintah Daerah.

Kesibukan Bagus bolak balik ke luar negeri, belum lagi menyiapkan materi dan penelitian untuk kompetisi, ternyata tak membuat dia melupakan tanggung jawab utamanya. Yakni selesai kuliah strata satu tepat waktu.

Jika tidak ada aral melintang, bulan Maret ini Bagus akan menyelesaikan kuliahnya. 3 tahun 8 bulan targetnya, dengan lulus predikat cumlaude. Tentu ini hal yang tidak biasa. Apalagi untuk jurusan Teknik Ilmu Lingkungan.

MENARIK DIBACA:  Pasangan Selfi Silaturahmi ke Kantor KPU Kabupaten Meranti, siap Bertarung di Pilkada 2020

“Insyaallah, bulan Maret ini selesai, doakan saja,” katanya.

Tapi, lagi-lagi di tengah kesibukan itu semua, laki-laki yang hobi main rubik ini kembali mendapat undangan kompetisi internasional. Kali ini, Bagus bersama tim diundang mengikuti World Invention Creativity Olympic and Conference (WICO) di Seoul, Korea Selatan, akhir Juli 2024 ini.

Dia juga sudah menyiapkan materi tentang Bio Energi Pelet Bio Massa dari Limbah Kulit Batang Sagu dengan Teknologi Torefaksi (treatment termal).

“Makanya kita bertemu dengan Bapak Bupati Asmar, berharap ada dukungan moril dan materil dari pemerintah daerah,” ungkap Bagus.

Muhammad Khumeri, ayah Bagus mengaku senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih itu. Bahkan, sejumlah kompetisi tersebut bukan hanya diikuti oleh Bagus, tapi juga Agung anak tertuanya yang saat ini sedang menyelesaikan studi Ilmu Pangan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Bagus dan Agung merupakan rekan satu tim dalam menjuarai berbagai kompetisi. Uniknya lagi, dalam kompetisi PKM Kemendikbud 2021, kakak Bagus yang bernama Rani mahasiswi Teknologi Industri Pertanian Unri juga ikut bergabung.

“Sebagai orang tua, tentu merasa bangga. Saya tidak pernah takut kesibukan mereka ikut kompetisi itu akan menghambat kuliah. Selagi yang dilakukan itu hal baik, ya ikuti saja,” kata Khumeri.

Apalagi dia menilai berbagai kompetisi dan simposium itu, menjadi kesempatan bagi anaknya untuk mempromosikan potensi sagu yang ada di Meranti.

Ia juga berpesan kepada anak-anaknya, dan seluruh anak Kepulauan Meranti untuk membawa nama daerah sejauh dan sekuat mungkin. Jalin kerja sama dengan berbagai pihak, untuk mengembangkan nama baik dan potensi yang ada di Meranti.

“Menuntut ilmu itu tiada batasnya, tapi sebagai orang beragama, harus lah dibarengi dengan akhlakul karimah,” pesan Khumeri yang juga alumni IAIN Pekanbaru itu.

Dia menyampaikan harapan dukungan dari pemerintah daerah terhadap anak-anak Kepulauan Meranti.

MENARIK DIBACA:  Kapolres Gelar Pengecekan Urine Personil Polres Hasilnya Negatif Semua

“Jika boleh kami mengundang dan mengajak Bapak Bupati untuk bersama nanti ke Korea melihat serta memberikan dukungan langsung kepada anak Meranti yang akan bertanding di sana,” ungkapnya.

*Pemkab Meranti Selalu Berikan Dukungan

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan rasa bangganya atas prestasi dan pengalaman yang berhasil didapat Bagus.

“Tentunya ini kebanggaan bagi kita semua, khususnya masyarakat Kepulauan Meranti,” kata Asmar.

Dia menegaskan pemerintah daerah akan selalu memberikan dukungan kepada anak-anak Kepulauan Meranti. Apalagi yang telah berhasil memperkenalkan potensi sagu daerah ke kancah internasional.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bagus dan tim yang selama ini fokus melakukan penelitian dan pengembangan sagu serta pemanfaatan limbahnya,” sebut Asmar.

Plt Bupati Meranti itu juga mendoakan kompetisi yang akan diikuti Bagus di Korea bulan Juli mendatang, bisa berjalan dengan lancar dan membawa hasil terbaik.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk ikut mendoakan, semoga anak kita ini diberikan kemudahan nantinya,” ajak purnawirawan perwira polisi itu.

*Cita-cita Sandang Gelar Doktor di Usia 25 Tahun

Usai menyelesaikan S1 nanti, Bagus berencana untuk mengikuti Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Program dari pemerintah itu merupakan beasiswa bagi sarjana unggul untuk melakukan percepatan pendidikan menjadi lulusan doktor pada usia muda.

“Itu plane pertama, jika tidak lulus saya akan mencoba LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) untuk kuliah di Kyoto University,” harap Bagus.

Anak Desa Maini Tebingtinggi Barat ini bercita-cita bisa menyandang gelar doktor di umur 25 tahun. Setelahnya menjadi peneliti, dosen atau tim ahli di bidang pengelolaan limbah agroindustri, khususnya sagu dan konversi bioenergi baru dan terbarukan.

Semoga kedepan akan lahir Bagus-bagus lainnya dari Kepulauan Meranti, si tanah jantan penghasil sagu terbesar di Indonesia. Rls