Tempat Wisata Pekanbaru Membludak, Teva Iris : Pemerintah Kemana??

0
109

PEKANBARU (HALUANPOS.COM)- Lagi, warga Kota Pekanbaru merasa di kecewakan oleh ulah Tim gugus tugas Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi Riau. Aturan yang sudah di berlakukan oleh pemerintah tetapi sepertinya tidak berlaku bagi temoat Wisata di Pekanbaru.

Seperti yang saat ini tengah viral, video yang menyebar di Grup WhatsApp terlihat lautan manusia menumpuk di salah satu tempat wisata di Kecamatan Rumbai.

Meski begitu dari hasil rekaman video amatir yang menyebar tidak ada satupun dari tim gugus tugas yang tampak di lokasi.

Melihat hal itu, Ketua Umum Pemuda Milenial Pekanbaru Teva Iris geram dan meminta kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jakowi untuk memberikan teguran keras kepada tim gugus tugas yang sudah di berikan tugas untuk tidak ada lagi kerumunan di Pekanbaru.

MENARIK DIBACA:  Isu Penundaan Gaji Tenaga Harian Lepas

“Saya sangat kecewa dengan Pemerintah,Khususnya tim gugus tugas Covid-19 Kota Pekanbaru serta Provinsi Riau. Saya selaku Ketua Pemuda Milenial Pekanbaru sudah menghimbau kepada masyarakat jangan berkerumunan jangan lupa pakai masker, tetapi masih saja berkerumunan” terangnya.

Dijelaskan Teva,Terlihat Video wisata Asia Haritage Pekanbaru yang sudah tersebar luas di grup WhatsApp ataupun di medsos lainnya, tidak satupun tim Gugus tugas terlihat di lokasi wisata tersebut.

” Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah membuka peluang virus Covid-19 di wisata tersebut, semoga saja virus itu tidak menyebar, tetapi apa bila menyebar dan akan ada penambahan paparan virus itu di Pekanbaru kira-kira siapa yang harus bertanggung jawab dan kita persalahkan??? Wallahu alam, cetus teva kepada wartawan Minggu (16/05/21) pagi tadi.

MENARIK DIBACA:  Pembicara di BNPB, Bupati Irwan Paparkan Pengelolaan Kebun Sagu yang Baik Dapat Atasi Karhutla

Dengan akan datangnya Presiden Republik Indonesia Bapak Jakowi Dodo ke Pekanbaru, saya meminta agar ada teguran keras bagi Pemerintah Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi Riau, karena kita zona merah, artinya kita sudah parah jangan dibuat semangkin Parah, tolong pak presiden dengarkan keluhan kami ini, pinta teva tegas.

Selain itu kata teva, Beberapa titik di kota Pekanbaru seperti di Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga terlihat kerumunan terjadi. Sedangkan kita Provinsi Riau sudah katagori berbahaya, jadi Saya meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk memberi sangsi tegas kepada pemerintah Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi terkait kelalaian yang dilakukan oleh Tim gugus tugas, pinta teva dengan tegas.

MENARIK DIBACA:  Komisi III DPRD kota Pekanbaru Apresisasi Keberadaan BPRS Provinsi Riau

Diakhir teva dengan tegas meminta kepada pengelola wisata/cafe yang masanya banyak tolong di batasi. Kalau memang dibuka tolong pihak pemerintah beri surat edaran untuk dapat membuka semuanya jangan ada tebang pilih, jangan sampai anggaran miliaran Rupiah dianggarkan untuk Covid-19 ini sia-sia saja dan kita semua merugi, tutup teva menghimbau.

Lain halnya salah satu warga Kota Pekanbaru Afrizal melalui pesan singkatnya didalam grup dengan Tegas
Menolak kebijakan Pemerintah yang melonggarkan Pariwisata haritage yang sangat Melanggar Prokes diduga 10.000 Terpapar Covid19. Dimana Prokes Kalian sebagai yang paham sila Ke 5.Kami Selaku Masyarakat Pekanbaru akan melaporkan pemilik Atau Pengusaha pariwisata Heritage, tulisnya singkat.**rls /md