Pelalawan(Haluanpos.com)- Jajaran pemuka adat Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, mengunjungi Markas Kepolisian Resor Pelalawan, Kamis (26/2/2026).

Dimana kedatangan rombongan pemuka adat Desa Rantau baru yang terdiri dari Datuk Sati Diraja, Datuk Sarikoto (Erwanto), Datuk Mangku (M Rais), Datuk Majosindo (Yan Kamidin), Datuk Paduko Momad (Afrizal Thalib), dan Datuk Paduko Suanso (Rusli) diterima Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K didampingi Kepala Satuan Binmas AKP Edy Haryanto dan Kepala Satuan Intelkam IPTU Irmansyah, S.H dan  jajaran di Pangkalan Kerinci.

Dalam pertemuan tersebut, tokoh adat menyampaikan dukungan terhadap upaya penegakan hukum, termasuk penerapan keadilan restoratif (restorative justice), serta apresiasi atas bantuan kepolisian kepada warga terdampak banjir.

MENARIK DIBACA:  Peringatan Hari Pramuka Ke 57, Bupati Harris Harapkan Gerakan Pramuka Tidak Ikut Politik Praktis
Pemuka Masyarakat Adat Desa Rantau Baru, Pangkalan Kerinci Berdialog dengan Kapolres Pelalawan
Pemuka Masyarakat Adat Desa Rantau Baru, Pangkalan Kerinci Berdialog dengan Kapolres Pelalawan

Salah seorang tokoh adat, Datuk Sati Diraja Rantau Baru/Batin Sibokol-Bokol, Dr H Griven H Putera, mengatakan dukungan moral tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen masyarakat adat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya.
“Hemat kami, NKRI, khususnya Kabupaten Pelalawan, memerlukan sosok pemimpin yang peduli dan turun langsung membantu masyarakat yang sedang kesulitan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat adat berharap Kapolres dan jajaran tetap berkenan berkunjung dan memberi perhatian terhadap Desa Rantau Baru. Meski lokasinya berdekatan dengan ibu kota kabupaten, kondisi desa dinilai masih tertinggal.

“Kami berharap ada perhatian berkelanjutan, termasuk penyuluhan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat serta bahaya narkoba,” kata Griven.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat adat terhadap tugas kepolisian.

MENARIK DIBACA:  MKKS SMP Rayon 1 Pelalawan Taja Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Muatan Lokal BMR

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, termasuk peran tokoh adat, sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Menurut John, pendekatan ultimum remedium atau menjadikan hukum sebagai upaya terakhir perlu diutamakan, sepanjang persoalan dapat diselesaikan di tingkat masyarakat.

“Kalau permasalahan bisa diselesaikan di kampung, tidak perlu sampai ke kantor polisi. Di situlah peran adat sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia juga memastikan kepolisian akan menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan, termasuk isu pencurian tandan buah segar kelapa sawit dan peredaran narkoba. Selain itu, kegiatan penyuluhan akan diarahkan ke wilayah tersebut.
“Kehadiran kami ke Rantau Baru sebelumnya merupakan wujud kepedulian. Polres Pelalawan hadir untuk masyarakat,” ujar John.(YS)

By admin