Alam Mayang Pekanbaru Diserbu 3 Pleton Infantri

0
18

 

Pekanbaru (HPC)-Kegiatan Serah Terima Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya Etape 8 dari Bataliyon 132 Bima Sakti dari pelalawan kepada Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya Etape 9  dari Bataliyon 133 Yudha Sakti Jalan Harapan Raya depan Taman Rekreasi Alam Mayang, Senin (18/12/2017 ) sekitar pukul 23.00 wib.

Peleton Beranting membawa Panji  Infantri Yudhawastu Pramuka Jaya, Amanat almarhum Jendral Sudirman, Ikrar Korp Infantri, Berkas Aministrasi dan 2 pucuk Senjata laras Panjang dengan Sangkur terhunus.

Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya tahun 2017  yang diikuti oleh 3 Pleton Infantri, pleton tersebut bejalan kaki sekitar lebih kurang 20-25 Kilo meter (Km) dan dikawal dari belakang pleton Satpol PP Kota Pekanbaru

Bertindak sebagai Pengawas atau Inspektur Upacara Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Rindam I Bukit Barisan Kolonel Purba, Dandim Pekanbaru LetKol Inf Tunjung Setyabudi S.Sos, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kapolresta diwakili oleh Kabag Ops Kompol  Kurnia Setya Sik, Lurah Tangkerang Timur Babhinkamtibmas Tangkerang  Timur Bripka Bagus K, Drs Riyono Gede Trisoko MM pemilik Taman Rekreasi Alam Mayang serta Tokoh Masyarakat Wilayah setempat.

Sementara itu, Tema tonting dalam rangka HUT Juang Kartikan ke- 72 TNI Angkatan Darat ( AD) tahun 2017 , ” Prajurit Ifanteri dengan Gerak Jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya Guna Meningkatkan Jiwa Korsa, Semangat Juang dan Soliditas Prajurit, Bersama Seluruh Komponen Bangsa Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Serta Keutuhan Wilayah NKRI”

Kemudian tonting setelah melakukan serah terima lambang yudhawastu pramuka didepan taman rekreasi Alam Mayang  Pekanbaru dengan penandatanganan  berita acara serah terima panji yudhawastu pramuka, setelah upacara dan penandatangan selesai tonting 133 Yudha Sakti berangkat berjalan kaki menuju rute yang telah ditentukan.

Hiburan Alam Mayang diserbu sebanyak satu pleton dari Infanteri Yon 132 dan Kafreri.

Saat dikompermasi Pengelola Alam Mayang Pekanbaru mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan penyerbuan yang cukup luar biasa dan juga merupakan penghargaan yang tidak terhingga.

“Saya berharap, kegiatan ini mampu menjadikan prajurit Infateri yang tangguh dalam mempertahankan NKRI sebagai harga mati. Sebab sejarah mencatat, bahwa Infanteri merupakan pasukan tempur darat utama yaitu pasukan berjalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan, dilatih dan disiapkan untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat. Infanteri berasal dari kata infant yang berarti kaki, biasanya untuk menggambarkan para tentara muda yang berjalan kaki di sekeliling para kesatria yang menunggang kuda atau kereta”,pungkasnya (****).