oplus_256

BAGANSIAPIAPI – (HALUANPOS.COM) Dinas Kesehatan Kabupaten menggelar rapat koordinasi implementasi jejaring tahun 2026 dengan melibatkan camat, kepala puskesmas, dan Kementerian Agama pada Kamis (30/7) disalah satu hotel di Bagansiapiapi.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan, Afridah menegaskan bahwa koordinasi ini penting agar seluruh lini, mulai dari kecamatan hingga desa, dapat berperan aktif dalam pengukuran dan penginputan data stunting. Data yang valid dan seratus persen akurat sangat dibutuhkan agar pencapaian daerah diakui oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan.

Ia menjelaskan, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada tahun 2023, anggaran stunting dari BKKBN dialokasikan melalui pemberdayaan perempuan, sementara penginputan data tetap dilaksanakan oleh kader kesehatan desa melalui aplikasi baru.

MENARIK DIBACA:  Bupati Bistamam Ambil Langkah Cepat Tangani Abrasi Di Jalan Astra Bagan Batu

Kader kesehatan desa menjadi ujung tombak dalam mengumpulkan data riil di lapangan. Mereka bertugas melakukan pengukuran, pencatatan, dan penginputan ke sistem aplikasi sehingga pemerintah daerah memiliki basis data yang kuat untuk menyusun kebijakan penanggulangan stunting.

Selain isu stunting, rapat koordinasi juga membahas strategi menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Dinas Kesehatan menekankan perlunya keterlibatan seluruh kecamatan agar masyarakat di pelosok desa sekalipun dapat mengakses layanan kesehatan yang memadai.

Upaya ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan di puskesmas, penguatan peran bidan desa, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih merata. Dengan demikian, risiko kematian ibu saat melahirkan maupun bayi baru lahir dapat ditekan secara signifikan.

MENARIK DIBACA:  Bersama OPD, DPRD Rohil Gelar Rapat Lanjutan Penyampaian LKPJ Tahun 2023

Afridah menambahkan, keberhasilan program kesehatan tidak bisa dicapai hanya oleh satu instansi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar target penurunan stunting dan angka kematian ibu-bayi dapat tercapai sesuai harapan pemerintah pusat.

Melalui rapat koordinasi jejaring 2026 ini, pemerintah daerah berharap lahir komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Dengan dukungan camat, puskesmas, Kemenag, dan OPD terkait, Kabupaten optimis mampu mencetak generasi sehat sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (Rilis)