Kabinda Riau Silahturahmi Bersama Pemda dan Tokoh Masyarakat

0
318

MERANTI (HPC) –Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Daerah Provinsi Riau Marskal Pertama Rachmat Haryadi bersilahturahmi bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan tokoh masyarakat, kegiatan dalam rangka menjalin komunikasi demi kemajuan daerah itu, dipusatkan di Hall Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Selasa (16/1/2018).

 

Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Yulian Norwis SE MM, Wakil Ketua DPRD Meranti Muzamil, Kapolres Meranti AKBP. La Ode Proyek, Kasi Intel Kejari Meranti Ade Maulana SH, Pabung Kodim 032 Bengkalis, Danramil Selatpanjang Mayor TNI Tambunan, Pimpinan Perbankan, Tokoh Agama/Masyarakat/Pemuda dan lainnya.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab namun hikmat tersebut, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Yulian Norwis SE MM, mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Kabinda Provinsi Riau Marskal Pertama Rachmat Haryadi. Ia berharap dengan kehadiran Kabinda Provinsi Riau dapat memberikan masukan dan pencerahan kepada seluruh elemen masyarakat dan Pemda. Meranti dalam membangun daerah lebih baik lagi kedepan.

MENARIK DIBACA:  Satpol PP Dan Dishub Darat Rohil Diminta Ikut Bantu Dalam Penangan Covid 19 Di Pelabuhan Oliong

 

Dalam pemaparannya, Sekda juga menjelaskan letak geografis Kepulauan Meranti yang sangat strategis, terletak di Selat Malaka yang merupakaan jalur laut tersibuk didunia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Selain itu potensi yang dimiliki sebagai daerah penghasil Sagu terbaik dan terbesar didunia, pengekspor kelapa terbesar dan memiliki kopi Liberika yang bercita rasa tinggi. Faktor pendukung pembangunan lainnya masyarakat yang hidup dengan aman dan damai dalam kemajemukan.

 

Selanjutnya Kabinda Provinsi Riau Rachmat Haryadi mengungkapkan, letak Meranti yang sangat strategis jika dimanfaatkan dengan baik sangat menguntungkan Meranti. Namun dibalik itu dengan sangat dekatnya jarak antara Meranti dengan negara tetangga dan terletak dijalur laut Internasional tersibuk didunia lebih berpotensi terjadinya kerawanan dan pelanggaran. Dicontohkannya banyaknya ditemu penyeludupan Narkoba yang masuk dari daerah perbatasan, pedagangan manusia, serta penyeludupan barang ilegal lainnya.

MENARIK DIBACA:  DPP LBH-ETL Mengecam Deportasi Ustadz H. Abdul Somad, L.c., M.A., Di Imigrasi Hongkong

 

Untuk itu Kabinda Provinsi Riau Rachmat Haryadi berpesan kepada Pemda dan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu membangun Meranti dengan memanfaatkan semua potensi yang ada demi memajukan masyarakat.

 

Lebih jauh dijelaskan Kabinda Provinsi Riau, letak Meranti didaerah perbatasan yang merupakan  Beranda terdepan Indonesia telah menjadi fokus Pemerintah saat ini. Jadi apapun yang terjadi akan menjadi perhatian pemerintahan Joko Wododo. Untuk itu ia meminta segala persoalan yang terjadi jangan sampai dibiarkan dan segera ditindak lanjuti. Baik itu masalah pembangunan, sosial ekonomi maupun masalah kwalitas SDM.

 

“Semuanya tergantung dari bapak bapak, saya rasa semua sudah tahu masalahnya jadi jangan hanya dilihat dan didengar saja,” ungkapnya.

MENARIK DIBACA:  PT. Medco E&P Malaka Gelar Pelatihan Pertanian di Indra Makmur Aceh Timur

 

Dalam pertemuan itu banyak informasi yang dipaparkan oleh Kabinda Provinsi Riau Rachmat Haryadi, yang pada intinya meminta kepada Pemda dan semua elemen masyarakat lebih peduli pada kemajuan daerah. Semua masalah yang ada hendaknya ditindaklanjuti dan diperbaiki jangan sampai dibiarkan berlarut larut yang dampaknya akan menghambat perkembangan dan pembangunan daerah. (rls/humas)